JURNALZONE.ID – Investor dan calon pembeli emas di Indonesia menantikan prediksi harga emas batangan Antam untuk hari Sabtu, 3 Januari 2026. Proyeksi ini menjadi panduan krusial di pasar komoditas domestik, mengingat dinamika harga emas global dan faktor ekonomi makro yang terus berubah.
Analisis mendalam diperlukan untuk memahami potensi pergerakan harga emas Antam, yang sangat dipengaruhi oleh harga emas spot internasional, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kebijakan moneter global.
Dinamika Pasar Emas Global
Pada akhir pekan pertama Januari 2026, pasar emas global diperkirakan akan tetap volatil. Spekulasi mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS menjadi salah satu pendorong utama. Jika The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, hal ini cenderung menekan harga emas karena daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil menjadi berkurang.
Sebaliknya, indikasi pelonggaran moneter atau ketidakpastian ekonomi global yang meningkat dapat mendorong investor beralih ke emas sebagai safe haven, sehingga menaikkan harganya. Konflik geopolitik dan fluktuasi harga minyak juga berpotensi menambah ketidakpastian, memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan.
Faktor Pendorong Harga Antam
Harga emas Antam di Indonesia tidak hanya bergantung pada harga emas spot global dalam dolar AS, tetapi juga pada kurs rupiah. Apresiasi rupiah terhadap dolar AS dapat sedikit meredam kenaikan harga emas global, sementara depresiasi rupiah dapat membuat harga emas Antam melambung lebih tinggi. Selain itu, permintaan domestik juga memainkan peran penting.
Musim liburan atau momen khusus seringkali meningkatkan permintaan emas batangan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi harga jual di dalam negeri. Ketersediaan stok dan kebijakan distribusi dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk juga menjadi pertimbangan.
Proyeksi untuk 3 Januari 2026
Berdasarkan analisis tren pasar terkini, pada Sabtu, 3 Januari 2026, harga emas Antam diprediksi akan bergerak dalam kisaran yang dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati. Apabila data ekonomi AS yang akan dirilis sebelumnya menunjukkan sinyal perlambatan atau inflasi yang masih persisten, kemungkinan harga emas akan menunjukkan kekuatan.
Namun, jika pasar melihat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi atau kebijakan moneter yang lebih ketat, harga bisa saja terkoreksi. Penting bagi investor untuk memantau pengumuman data ekonomi dan perkembangan geopolitik pada Jumat sore dan malam hari untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
– Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.294.000 (Naik Rp 7.500)
– Emas Antam 1 gram: Rp 2.504.000 (Naik Rp 16.000)
– Emas Antam 2 gram: Rp 4.916.000 (Naik Rp 32.000)
– Emas Antam 3 gram: Rp 7.397.000 (Naik Rp 48.000)
– Emas Antam 5 gram: Rp 12.295.000 (Naik Rp 80.000)
– Emas Antam 10 gram: Rp 24.535.000 (Naik Rp 160.000)
– Emas Antam 25 gram: Rp 61.212.000 (Naik Rp 400.000)
– Emas Antam 50 gram: Rp 122.345.000 (Naik Rp 800.000)
– Emas Antam 100 gram: Rp 244.612.000 (Naik Rp 1.596.000)
– Emas Antam 250 gram: Rp 611.265.000 (Naik Rp 4.000.000)
– Emas Antam 500 gram: Rp 1.222.320.000 (Naik Rp 8.000.000)
– Emas Antam 1.000 gram: Rp 2.444.600.000 (Naik Rp 16.000.000.000)
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Saran bagi Investor
Bagi para investor dan calon pembeli emas Antam, disarankan untuk melakukan pembelian secara bertahap (dollar-cost averaging) guna memitigasi risiko fluktuasi harga yang tajam. Pertimbangkan tujuan investasi jangka panjang dibandingkan sekadar spekulasi jangka pendek.
Selalu periksa harga resmi yang dirilis oleh Antam melalui situs web atau gerai resmi mereka sebelum membuat keputusan pembelian atau penjualan. Dengan strategi yang matang dan pemantauan pasar yang cermat, investasi emas dapat menjadi instrumen yang solid untuk melindungi nilai aset.