JURNALZONE.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya resmi melakukan penyelidikan terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan mobil dinas bernomor polisi RI 25 menyerobot antrean. Insiden ketidaktertiban lalu lintas yang melibatkan kendaraan berplat khusus tersebut diketahui terjadi di kawasan akses Gerbang Tol Cilandak Utama 2.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dono Vernandie, bertindak sebagai narasumber utama dalam kasus ini. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah berkoordinasi untuk memvalidasi kepemilikan kendaraan guna memastikan apakah mobil tersebut benar-benar kendaraan operasional pejabat negara atau bukan.
Verifikasi Data Kendaraan
Langkah awal yang ditempuh kepolisian adalah mengonfirmasi status administrasi kendaraan kepada instansi terkait. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan identifikasi subjek hukum.
“Peristiwa ini kami masih menunggu konfirmasi dari instansi terkait atas benar tidaknya kendaraan tersebut milik atau dikuasai instansi tersebut,” ujar Dhanar seperti dilansir dari Antara.
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa polisi tidak ingin gegabah menyimpulkan sebelum data Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor (NRKB) terverifikasi valid dengan pemilik aslinya. Pemeriksaan mendalam terhadap STNK dan TNKB menjadi prioritas saat ini.
Situasi Jalur dan Pelanggaran
Dhanar menjelaskan bahwa meskipun Gardu Tol Cilandak Utama 2 tidak lagi melayani transaksi pembayaran, jalur tersebut tetap berfungsi sebagai akses keluar dari Tol Depok-Antasari. Kondisi jalan yang menyempit mengharuskan setiap pengemudi untuk antre dengan tertib tanpa saling mendahului.
“Dengan demikian melihat situasi yang sekarang, maka kendaraan yang keluar dari Tol Depok-Antasari sudah ada lajur ketika melintas gardu tol tersebut, dengan demikian perilaku pengemudi adalah tidak tertib,” tegasnya.
Kejanggalan Waktu Kejadian
Kasus ini bermula dari unggahan akun Instagram @62dailydose yang menarasikan dugaan mobil Menteri Kebudayaan memotong jalan pengendara lain.
Namun, terdapat perbedaan data waktu. Isu yang beredar menyebut kejadian pada Senin (29/12/2025), tetapi hasil pengecekan CCTV polisi pada tanggal tersebut tidak menemukan kepadatan arus maupun kendaraan yang dimaksud di lokasi.