KALTARABISNIS.CO – Layanan media sosial X (dahulu Twitter) dilaporkan mengalami gangguan massal (down) pada Jumat malam, 16 Januari 2026. Insiden ini mengakibatkan puluhan ribu hingga ratusan ribu pengguna tidak dapat mengakses platform milik Elon Musk tersebut.
Pengguna yang mencoba mengakses X disambut dengan pesan galat (error) yang berbunyi: “Something went wrong. Try reloading.”. Namun, tombol muat ulang tersebut tidak berfungsi dan hanya menampilkan lingkaran berputar (spinning circle) tanpa henti.
Berdasarkan data dari Downdetector, lonjakan laporan mulai terdeteksi sekitar pukul 21.00 WIB. Gangguan mencapai puncaknya pada pukul 22.14 WIB, di mana ribuan laporan tercatat masuk ke penyedia layanan pemantauan tersebut.
Rincian masalah yang dilaporkan oleh pengguna meliputi:
- Aplikasi X: 56% laporan.
- Situs Web: 24% laporan.
- Koneksi Server: 20% laporan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen X mengenai penyebab pasti kerusakan sistem yang terjadi. Meski demikian, Elon Musk telah memberikan penjelasan melalui sebuah unggahan di platform X miliknya.
Dalam cuitan tersebut, Musk menyatakan: “Ada (dan masih ada) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tapi yang ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Entah itu kelompok besar yang terkoordinasi atau sebuah negara yang terlibat. Sedang ditelusuri…”.
Lebih lanjut, dalam wawancara langsung dengan Fox Business di hari yang sama, Musk menambahkan bahwa serangan tersebut tampaknya berasal dari alamat IP di wilayah Ukraina. Namun, pernyataan tersebut menuai skeptisisme dari beberapa ahli keamanan siber karena Musk tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaimnya.
Tumbangnya layanan X kali ini menambah daftar panjang masalah teknis sejak akuisisi oleh Elon Musk, dengan gangguan terparah sebelumnya tercatat pada Maret 2025 yang berlangsung selama berjam-jam.





