Jurnalzone.id – Proyek mata uang digital Pi Network mengumumkan telah berhasil merangkul lebih dari 60 juta pengguna, atau yang disebut sebagai “Pioneers”, di tingkat global. Menurut unggahan terbaru dari akun resmi @PiNewsMedia, pencapaian ini dipandang sebagai bagian dari sebuah revolusi yang bertujuan mengembalikan kendali teknologi ke tangan masyarakat luas. Pihak Pi Network menegaskan bahwa proyek ini lebih dari sekadar mata uang digital, melainkan sebuah gerakan akar rumput global.
Dalam pengumumannya, disertakan gambar peta dunia dengan bendera berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menandakan luasnya jangkauan komunitas. Keterlibatan aktif pengguna dari Indonesia disebut memiliki potensi strategis untuk menjadi kekuatan penting dalam pengembangan ekosistem Pi di masa depan.
“Dari Mumbai hingga Lagos, dari Hanoi hingga Rio de Janeiro, komunitas Pi Network tumbuh di berbagai latar belakang budaya dan ekonomi,” tulis pernyataan tersebut. Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa visi yang sama untuk membangun teknologi yang melayani semua orang telah menyatukan komunitas yang beragam.
🌍 60M Pioneers, One Bold Vision! 💡
— Pi News (@PiNewsMedia) July 27, 2025
Pi Network isn't just a cryptocurrency—it's a worldwide revolution, fueled by dreamers, builders, and believers in a decentralized future. 🌐✨
From the bustling streets of 🇮🇳 Mumbai to the vibrant markets of 🇳🇬 Lagos, from 🇻🇳 Hanoi’s… pic.twitter.com/x7KY9CSN5o
Lebih lanjut, proyek ini dijelaskan sedang membangun fondasi untuk Web3, di mana identitas digital dan transaksi dirancang secara terdesentralisasi. Visi ini dirangkum dalam slogan mereka, “Satu komunitas. Satu tujuan. Satu Pi.”
Dengan pencapaian puluhan juta pengguna, Pi Network mengklaim transformasi menuju sistem digital yang lebih mudah diakses oleh pengguna umum bukanlah lagi mimpi, melainkan sebuah kenyataan yang sedang dibentuk bersama oleh komunitas globalnya.





