Jurnalzone.id – Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare menuduh startup kecerdasan buatan (AI) Perplexity melakukan scraping atau pengambilan data dari situs-situs web yang telah secara eksplisit melarangnya. Dalam sebuah riset yang dirilis Senin, Cloudflare menyatakan bahwa Perplexity secara sengaja mengabaikan blokir dan menyembunyikan aktivitas crawler-nya untuk mengambil konten tanpa izin.
Menurut para peneliti Cloudflare, Perplexity dituduh menyamarkan identitasnya “dalam upaya untuk menghindari preferensi situs web”. Praktik ini diduga dilakukan dengan mengubah user agent bot (sinyal pengenal pengunjung) dan jaringan sistem otonom (ASN) mereka untuk meniru lalu lintas biasa.
“Aktivitas ini terpantau di puluhan ribu domain dengan jutaan permintaan per hari. Kami dapat mengidentifikasi crawler ini menggunakan kombinasi machine learning dan sinyal jaringan,” tulis Cloudflare dalam unggahannya.
Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Perplexity, Jesse Dwyer, menepis unggahan Cloudflare sebagai “promosi penjualan”. Dilansir dari TechCrunch, Selasa (5/8/2025), Dwyer mengklaim bahwa tangkapan layar dalam laporan tersebut “menunjukkan tidak ada konten yang diakses”.
Dalam email lanjutannya, ia bahkan menyatakan bahwa bot yang disebutkan dalam unggahan Cloudflare “bahkan bukan milik kami”.
Ini bukan pertama kalinya Perplexity menghadapi tuduhan serupa. Tahun lalu, media seperti Wired menuduh Perplexity melakukan plagiarisme konten. Cloudflare sendiri belakangan ini mengambil sikap tegas terhadap crawler AI, dengan meluncurkan alat untuk memblokir atau menagih biaya kepada mereka. Pihak Cloudflare menyatakan telah menghapus bot Perplexity dari daftar terverifikasi dan menambahkan teknik baru untuk memblokirnya.





