JURNALZONE.ID – Harga Bitcoin (BTC) (Apa) mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 4 November 2025 (Kapan). Aset kripto utama ini turun 1,70% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level $106.970 atau setara Rp1,78 miliar (Apa).
Penurunan harga ini terjadi di tengah dinamika pasar yang kontras antara dua kelompok investor utama: para penambang (Siapa) yang meningkatkan aksi jual, sementara Long-term holders (LTH) (Siapa) justru mulai memperlambat laju penjualan mereka (Mengapa).
Aktivitas Kontras LTH dan Penambang
Pergerakan harga BTC saat ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas yang berlawanan dari dua kohor investor besar tersebut. Di satu sisi, Long-term holders (LTH), yang dikenal sebagai salah satu kelompok investor paling berpengaruh, terpantau mulai memperlambat laju penjualan mereka.
Dilansir dari data on-chain Glassnode, pasokan yang dimiliki LTH telah berkurang lebih dari 46.000 BTC dalam beberapa hari terakhir. Meskipun penjualan masih terjadi, perlambatan ini mengisyaratkan dua kemungkinan: berkurangnya aksi ambil untung atau meningkatnya keyakinan jangka panjang terhadap pemulihan harga.
Di sisi lain, para penambang Bitcoin justru mengambil alih peran sebagai penjual utama. Setelah harga BTC gagal menembus level $115.000, para penambang dilaporkan menjual Bitcoin senilai sekitar $172 juta. Ini tercatat sebagai arus keluar (outflow) terbesar dari penambang dalam hampir enam minggu terakhir, mengindikasikan keinginan untuk mengamankan keuntungan di tengah ketidakstabilan harga.
Volatilitas Pasar dan Data Perdagangan
Selama periode 24 jam terakhir, pasar Bitcoin menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. BTC mencatat level terendah di Rp1.769.919.779 dan sempat menyentuh level tertinggi di Rp1.820.618.291.
Saat berita ini ditulis, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp35.604 triliun. Menariknya, volume perdagangan dalam 24 jam terakhir justru melonjak signifikan sebesar 86% menjadi Rp1.284 triliun. Peningkatan volume di tengah penurunan harga ini mengindikasikan aktivitas transaksi dan likuidasi yang tinggi di pasar.
Analisis Teknis dan Arah Harga BTC
Secara teknis, harga Bitcoin berada dalam posisi yang belum pasti dan cenderung bearish jangka pendek. Berdasarkan analisis dari TradingView, harga Bitcoin per 3 November ditutup di $107.968, berada sedikit di bawah level support kunci di $108.000.
Jika tekanan jual dari penambang terus meningkat, harga Bitcoin berisiko turun lebih lanjut menuju $105.585, yang akan menjadi level terendah dalam dua minggu terakhir. Koreksi yang lebih dalam berpotensi melemahkan support teknikal berikutnya di kisaran $103.000.
Sebaliknya, jika penambang mulai menahan penjualan dan sentimen pasar kembali stabil, Bitcoin berpeluang untuk memantul (rebound) kembali ke level $110.000. Jika harga berhasil bertahan di atas level tersebut, BTC berpotensi melanjutkan kenaikan menuju $112.500.





