Istana Kepresidenan menjadi saksi pengukuhan struktur baru Dewan Energi Nasional (DEN) untuk masa jabatan periode 2026–2029 pada Rabu (28/1/2026). Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung lembaga strategis ini sebagai Ketua, dengan didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menjabat sebagai Ketua Harian.
Langkah ini mempertegas fokus pemerintah dalam mengonsolidasikan kebijakan energi nasional di bawah satu komando pusat. Sebelum prosesi pelantikan dimulai, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan pernyataan resmi terkait skema kepemimpinan di tubuh Dewan Energi Nasional.
“Dewan Energi Nasional ini diketuai oleh Bapak Presiden, dengan kemudian dibantu Ketua Harian adalah menteri yang membidangi mengenai urusan energi,” kata Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dalam komposisi teranyar ini, Dewan Energi Nasional diperkuat oleh tujuh menteri dari unsur pemerintah yang memegang peran kunci dalam ekosistem kebijakan negara.
Berikut adalah daftar menteri yang mengisi keanggotaan DEN:
- Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan)
- Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Kepala Bappenas)
- Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan)
- Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian)
- Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian)
- Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)
- Hanif Faisol Nurofiq (Menteri Lingkungan Hidup)
Selain kekuatan dari jajaran eksekutif, Presiden Prabowo juga mengukuhkan delapan anggota Dewan Energi Nasional dari klaster unsur terkait. Kelompok ini terdiri dari kalangan akademisi, praktisi, hingga ahli teknologi yang bertugas memberikan masukan teknis secara mendalam.
Rincian delapan sosok yang masuk dalam klaster tersebut meliputi:
- Unsur Akademisi: Johni Jonatan Numberi dan Mohammad Fadhil Hasan.
- Unsur Industri: Satya Widya Yudha dan Sripeni Inten Cahyani.
- Unsur Teknologi: Unggul Priyanto.
- Unsur Lingkungan Hidup: Saleh Abdurrahman.
- Unsur Konsumen: Muhammad Kholid Syeirazi dan Surono.
Sinergi antara tujuh menteri teknis dan delapan pakar lintas disiplin ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemandirian energi Indonesia. Dengan pelantikan ini, Dewan Energi Nasional resmi memulai mandatnya untuk merumuskan langkah-langkah strategis nasional selama tiga tahun ke depan.