Sebuah unggahan dari seorang developer di platform media sosial X menjadi viral setelah ia mengklaim telah menggunakan model kecerdasan buatan (AI) canggih yang disebut “GPT-5-high”. Klaim yang diunggah oleh akun bernama Taelin pada Kamis (21/8) lalu ini memicu spekulasi luas di komunitas teknologi, hingga akhirnya mendapat respons dari CEO OpenAI, Sam Altman, keesokan harinya.
Dalam unggahannya, Taelin secara detail menceritakan pengalamannya menggunakan model tersebut melalui Codex untuk tugas pemrograman yang rumit. “Progress has never been so intense. My job now is basically passing well-specified tasks to Codex, and reviewing its outputs,” tulis Taelin.
Ia juga menyebut telah sepenuhnya berhenti menggunakan model AI kompetitor, Opus, dan menegaskan bahwa ulasannya independen tanpa dibayar oleh OpenAI.
Unggahan sensasional ini dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan mengenai kemungkinan adanya versi uji coba dari model penerus GPT-4. Menanggapi kehebohan tersebut, CEO OpenAI Sam Altman tidak memberikan konfirmasi atau bantahan langsung.
Alih-alih, ia memilih untuk berinteraksi dengan komunitas. “if you are a power user, please send us feature requests!” tulis Altman dalam balasannya, seraya menambahkan bahwa ia tertarik dengan masukan yang sudah ada.
if you are a power user, please send us feature requests!
— Sam Altman (@sama) August 22, 2025
(i asked in reply to this message and they were interesting, so would like more) https://t.co/WsnVGeTDnh
Langkah Altman ini dilihat sebagai strategi untuk meredam spekulasi liar sambil tetap menunjukkan bahwa OpenAI mendengarkan para pengguna ahlinya. Hingga kini, detail mengenai pengembangan dan jadwal rilis GPT-5 masih dirahasiakan, membuat setiap rumor atau bocoran informasi menjadi sorotan utama di kalangan penggiat AI.
Untuk mendalami lebih jauh rumor dan fakta seputar pengembangan model AI terobosan, kunjungi terus Jurnalzone.id.





