JURNALZONE.ID – Pembalap andalan Indonesia, Mario Suryo Aji, akan menghadapi tantangan berat pada balapan Moto2 Jepang 2025 hari ini, Minggu (28/9). Ia akan memulai balapan dari posisi ke-25 setelah menjalani sesi kualifikasi yang ketat di Sirkuit Motegi pada hari Sabtu kemarin.
Hasil ini didapat setelah pembalap yang membela tim Honda Team Asia tersebut gagal menembus persaingan di kualifikasi kedua (Q2). Mario harus memulai perjuangannya dari sesi kualifikasi pertama (Q1) untuk memperebutkan tiket ke sesi penentuan posisi start terdepan.
Rincian Sesi Kualifikasi Mario Aji di Moto2
Dalam sesi Q1, Mario Aji sempat menunjukkan potensi dengan mencatatkan waktu 1 menit 49,209 detik pada putaran keduanya. Catatan waktu tersebut sempat menempatkannya di posisi ke-10. Namun, persaingan yang semakin sengit membuatnya harus turun peringkat.
Hingga akhir sesi Q1, posisi Mario Aji tertahan di urutan ke-11. Karena hanya empat pembalap teratas yang berhak melaju ke Q2, hasil ini membuatnya harus puas memulai balapan dari baris kesembilan. Pada balapan nanti, ia akan start berdekatan dengan nama-nama berpengalaman seperti runner-up Moto2 2024 Aron Canet dan mantan pembalap MotoGP Darryn Binder.
Hasil Kualifikasi dan Posisi Start Terdepan
Sesi Q1 sendiri akhirnya dipuncaki oleh David Alonso dengan torehan waktu 1 menit 48,395 detik, diikuti oleh Filip Salac, Barry Baltus, dan Alonso Lopez yang berhak lolos ke Q2. Namun, nasib sial menimpa Salac yang terjatuh di tikungan ke-10 pada awal sesi Q2, membuatnya gagal bersaing.
Posisi start terdepan (pole position) untuk balapan Moto2 Jepang akhirnya diamankan oleh Manuel Gonzalez. Ia akan didampingi oleh Daniel Holgado di posisi kedua dan David Alonso yang berhasil melengkapi baris start pertama di posisi ketiga.
Mengenal Perbedaan Kelas MotoGP dan Moto2
Bagi para penggemar balap, penting untuk mengetahui bahwa ajang World Grand Prix memiliki beberapa kelas dengan spesifikasi motor yang berbeda. Mario Aji saat ini berlaga di kelas Moto2, yang merupakan kelas menengah sebelum naik ke puncak, yaitu MotoGP.
- MotoGP merupakan kelas para raja. Motor di kelas ini menggunakan mesin prototipe berkapasitas 1000cc dengan konfigurasi 4 silinder (tipe V4 atau In-Line) yang tidak dijual bebas. Tenaga yang mampu dihasilkan bisa menembus 250 HP, memungkinkan motor melesat hingga kecepatan lebih dari 350 km/jam dengan berat minimum motor 157 kg.
- Moto2, kelas tempat Mario Aji berkompetisi, menggunakan mesin seragam dari satu pemasok, yaitu Triumph, dengan kapasitas 765cc 3 silinder. Meskipun sasisnya bersifat prototipe, mesinnya merupakan basis produksi massal. Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 140 HP dengan kecepatan puncak di atas 295 km/jam. Regulasi berat di kelas ini adalah 217 kg yang dihitung sudah termasuk berat pembalap.
Sebagai jenjang paling awal, Moto3 menggunakan mesin prototipe 250cc 1 silinder yang menghasilkan tenaga sekitar 60 HP. Kelas ini menjadi tempat pembibitan pembalap muda sebelum naik ke jenjang yang lebih tinggi.