JURNALZONE.ID – Bayangkan sebuah pekerjaan yang tugas utamanya hanya menemukan momen paling “nendang” dari sebuah video panjang, lalu dari aktivitas sederhana itu, seseorang bisa meraup jutaan rupiah setiap bulannya. Terdengar mustahil? Tidak bagi seorang Clipper.
Ini adalah profesi baru yang belakangan meledak di media sosial, khususnya TikTok. Banyak Gen Z memamerkan penghasilan fantastis hanya bermodalkan mengunggah ulang potongan video orang lain. Popularitasnya yang meroket membuat “Clipper” bukan lagi sekadar tren dadakan, melainkan peluang karier digital yang menjanjikan.
Lantas, apa sebenarnya Clipper itu dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa itu Clipper?
Secara sederhana, Clipper adalah seseorang yang mengambil bagian tertentu dari video berdurasi panjang, lalu menyulapnya menjadi cuplikan pendek (short form content) yang padat, menarik, dan berpotensi viral.
Sumber materi seorang Clipper biasanya berasal dari:
- Podcast
- Live streaming
- Vlog
- Webinar
- Video YouTube durasi panjang
Tugas utama Clipper bukan sekadar memotong durasi. Mereka harus memiliki “insting” untuk menemukan momen emas—baik itu lucu, inspiratif, maupun kontroversial—yang mampu menahan penonton (retensi) dalam hitungan detik pertama.
Bedanya Clipper dengan Video Editor Konvensional
Meskipun sama-sama melakukan editing, Clipper berbeda dengan editor video konvensional.
- Editor Konvensional: Fokus menjahit banyak footage menjadi satu cerita utuh.
- Clipper: Fokus pada efektivitas dan kecepatan. Mereka mengekstrak satu poin penting dari durasi panjang menjadi video singkat (biasanya di bawah 1 menit).
Untuk memperkuat pesan, Clipper biasanya menambahkan elemen visual seperti teks (caption), musik latar yang sedang tren, hingga efek visual ringan. Hasil akhirnya didistribusikan ke platform video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, atau Facebook Reels.
BACA JUGA: 6 Strategi Agar Konten Kamu Masuk FYP Tiktok
Sumber Penghasilan Clipper (Business Model)
Bagaimana potongan video bisa menghasilkan uang? Ekosistem Clipper memiliki beberapa jalur monetisasi:
1. Bekerja untuk Kreator Konten (Official Clipper)
Banyak public figure, podcaster, atau streamer yang tidak punya waktu mengelola konten pendek. Mereka merekrut Clipper untuk memecah video panjang mereka demi engagement. Bayarannya bisa berupa gaji bulanan, per video, atau berdasarkan performa tayangan (views).
2. Membangun Akun Niche (Thematic Account)
Clipper membuat akun sendiri dengan tema khusus, misalnya akun “Motivasi Sukses”, “Cuplikan Gaming Lucu”, atau “Potongan Podcast Horor”. Jika akun berkembang besar, pendapatan datang dari brand deal, endorsement, atau fitur monetisasi platform (seperti TikTok Creator Rewards).
3. Program Afiliasi (Affiliate)
Klip yang viral bisa menjadi alat jualan. Clipper menyisipkan “Keranjang Kuning” atau tautan produk yang relevan dengan video. Komisi didapat setiap kali ada penonton yang membeli produk lewat tautan tersebut.
4. Kompetisi & Sayembara
Clipper Ini yang sering memicu keramaian. Tokoh publik seperti Timothy Ronald, Ferry Irwandi, hingga Bigmo pernah mengadakan kompetisi Clipper dengan hadiah jutaan rupiah. Peserta hanya perlu mengedit konten mereka dan mengunggahnya sesuai syarat.
Platform Clipper di Indonesia
Melihat tingginya permintaan, kini muncul platform yang menjembatani antara Clipper dengan pemilik bisnis atau kreator yang butuh jasa mereka. Di Indonesia, beberapa di antaranya adalah:
- trybuzzer.com
- clipin.id
- indobuzzer.com
Melalui situs-situs ini, Clipper bisa membangun portofolio, menetapkan tarif, dan mendapatkan klien secara lebih profesional.
Cara Memulai: Potong Video Secara Instan
Bagi pemula, menjadi Clipper tidak harus jago aplikasi editing berat seperti Adobe Premiere. Kini banyak teknologi AI yang memudahkan proses ini, salah satunya adalah 2short.ai.
Berikut langkah sederhana memulainya:
- Cari Video: Salin tautan video panjang (misal dari YouTube) yang ingin dipotong.
- Gunakan Tools: Buka situs 2short.ai atau sejenisnya.
- Proses: Tempel tautan dan biarkan AI bekerja atau pilih manual bagian yang menarik.
- Edit & Upload: Unduh hasilnya, tambahkan teks/caption agar menarik, lalu unggah.
Catatan Penting: Isu hak cipta adalah hal krusial bagi Clipper. Pastikan Anda memiliki izin dari pemilik konten asli, mengikuti program resmi mereka, atau menggunakan materi yang berlisensi bebas (Creative Commons) agar akun aman dari pemblokiran.
Profesi Clipper menawarkan kebebasan dan potensi pendapatan besar dengan hambatan masuk (barrier to entry) yang rendah. Dari sekadar hobi scroll medsos, kini bisa jadi profesi yang menghasilkan.


