Pasar Saham Merespons Negatif Dampak Pergantian Menteri Keuangan

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Pasar Saham Merespons Negatif

JURNALZONE.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,28% ke level 7.766,85 pada perdagangan Senin (8/9). Pelemahan signifikan ini terjadi setelah pengumuman perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut analis pasar modal, reaksi negatif investor dipicu oleh kekhawatiran atas potensi ketidakpastian kebijakan ekonomi, terutama setelah pergantian posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa.

Analis dari Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa pelemahan pasar merupakan respons langsung terhadap dinamika politik terbaru. Kekhawatiran pelaku pasar berpusat pada arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru yang belum dapat diprediksi secara jelas pasca pergantian figur kunci di sektor keuangan.

“Reaksi pasar ini akibat kekhawatiran akan terjadinya ketidakpastian dan perubahan kebijakan ekonomi,” ungkap analis Phintraco Sekuritas dalam laporan risetnya.

Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa sentimen pasar lebih condong ke arah wait and see sembari mengantisipasi kebijakan fiskal dan moneter yang akan datang. Secara teknikal, posisi indeks yang kini berada di bawah level Moving Average (MA) 20 mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan. Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level support di kisaran 7.630-7.650 dalam jangka pendek.

Pandangan serupa juga datang dari analis BRI Danareksa Sekuritas yang menilai pasar masih mencerna dinamika politik dalam negeri, “Khususnya terkait reshuffle kabinet yang diumumkan kemarin.”

Analis tersebut menambahkan bahwa secara teknis, sinyal pelemahan mulai terlihat. “Secara teknikal, pergerakan IHSG sudah berada di area resistance dan mulai menunjukkan sinyal pelemahan dengan potensi menguji level support terdekat di 7.571,” imbuhnya.

Tekanan jual turut diperparah oleh aksi investor asing yang mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp526,17 miliar. Dilansir dari IDNFinancials.com, sejumlah emiten bank berkapitalisasi pasar besar juga ikut tertekan, menambah beban bagi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini