Pasar Kripto Merah! Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) Hari Ini Turun Tajam

Si Kripto

Diterbitkan:

Pasar Kripto

JURNALZONE.ID – Pasar aset kripto global mengalami guncangan hebat pada perdagangan Jumat (21/11/2025). Bitcoin sebagai aset kripto terbesar mencatatkan penurunan tajam lebih dari 6 persen dalam kurun waktu 24 jam, terseret oleh sentimen negatif terkait ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat.

Aksi jual masif ini tidak hanya menekan harga aset di pasar spot, tetapi juga memicu gelombang likuidasi besar-besaran di pasar derivatif yang berdampak pada mayoritas pedagang.

Koreksi Harga dan Dampak Pasar

Berdasarkan pantauan data pasar, tekanan jual mendominasi perdagangan akhir pekan ini. Dilansir dari data CoinGecko pada Jumat (21/11/2025), pergerakan harga Bitcoin tergelincir signifikan dari area US$92.000 menuju kisaran US$86.100. Koreksi tajam ini secara langsung memangkas kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi US$1,72 triliun, yang turut menyeret nilai total pasar kripto global menyusut ke angka US$2,97 triliun.

Tidak hanya Bitcoin, aset-aset utama lainnya atau altcoin juga tidak luput dari koreksi. Ethereum (ETH) terpantau anjlok sekitar 6 persen hingga menyentuh kisaran harga US$2.800. Sementara itu, aset berkapitalisasi besar lainnya seperti BNB, XRP, dan Solana (SOL) kompak mengalami penurunan nilai di kisaran 4 hingga 6 persen.

Likuidasi Derivatif Menggila

Volatilitas tinggi yang terjadi secara mendadak ini menyebabkan kekacauan di pasar derivatif. Mengutip laporan dari platform analisis data CoinGlass, total likuidasi tercatat mencapai angka fantastis yakni US$831 juta hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

“Posisi long mendominasi dengan kerugian lebih dari US$712 juta. Bitcoin dan Ethereum menjadi dua aset dengan dampak likuidasi terbesar,” tulis laporan data tersebut.

Dari data itu, dijelaskan bahwa mayoritas pedagang atau trader yang mengambil posisi beli (long) terjebak di harga tinggi sebelum pasar berbalik arah secara drastis. Besarnya angka likuidasi ini menunjukkan betapa agresifnya tekanan jual yang terjadi, memaksa penutupan paksa posisi para investor yang tidak siap mengantisipasi penurunan harga.

Pemicu Utamanya Kebijakan The Fed

Runtuhnya harga Bitcoin disinyalir kuat akibat perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve.

Dilansir dari laporan Forbes (20/11/2025), pejabat The Fed memberikan sinyal bahwa inflasi masih dinilai terlalu tinggi, sehingga rencana pemangkasan suku bunga kemungkinan besar akan ditunda. Hal ini membalikkan optimisme pelaku pasar yang sebelumnya yakin akan adanya pelonggaran moneter dalam waktu dekat.

Validasi atas sentimen ini terlihat dari data CME FedWatch. Saat ini, hanya 37,6 persen pelaku pasar yang memperkirakan adanya penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember. Sebaliknya, mayoritas pelaku pasar sebesar 62 persen kini memproyeksikan suku bunga akan tetap ditahan.

Pudarnya harapan pemangkasan suku bunga ini memicu sikap menghindari risiko (risk-off), menjadikan Bitcoin sebagai aset berisiko tinggi sasaran utama aksi jual investor.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini