Pahami Sekilas Fenomena Rojali dan Rohana yang Sedang Viral

Fenomena Rojali yang Sedang Viral

Jurnalzone.id – Istilah sosial baru, “Rojali” dan “Rohana”, belakangan ini viral di tengah masyarakat untuk menggambarkan fenomena kelompok orang yang mengunjungi pusat perbelanjaan tanpa melakukan transaksi. “Rojali” merupakan akronim dari “rombongan jarang beli”, sementara “Rohana” berarti “rombongan hanya nanya”. Fenomena ini tidak hanya menjadi sindiran yang ramai di media sosial, tetapi juga cerminan dari pergeseran perilaku konsumen yang dipicu oleh berbagai faktor ekonomi.

Akar Masalah Ekonomi

Munculnya fenomena “Rojali” ternyata memiliki kaitan erat dengan kondisi ekonomi makro dan rumah tangga. Salah satu indikatornya adalah perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), laju konsumsi pada kuartal pertama tahun ini hanya tumbuh 4,87 persen, sedikit melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,91 persen.

Kelompok masyarakat kelas menengah ke atas, yang menopang sekitar 70 persen total konsumsi nasional, kini cenderung menahan belanja. Alih-alih membelanjakan uang, mereka lebih memilih menyimpannya di berbagai instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Di saat yang sama, beban biaya hidup masyarakat juga terus meningkat, mulai dari kenaikan tarif listrik, transportasi, hingga biaya pendidikan dan kesehatan non-subsidi. Adanya biaya tak terduga juga membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Perilaku Konsumen Cerdas dan Dampak pada Dunia Usaha

Di satu sisi, fenomena ini menunjukkan bahwa konsumen menjadi lebih cerdas dan terliterasi secara finansial. Sebelum memutuskan membeli suatu produk, mereka cenderung melakukan riset terlebih dahulu, seperti memeriksa ulasan, membandingkan harga antar toko, dan mencari kode promo untuk mendapatkan penawaran terbaik. Perilaku ini didorong oleh situasi ekonomi yang menantang, memaksa setiap orang untuk memaksimalkan nilai dari setiap rupiah yang dibelanjakan.

Namun di sisi lain, fenomena “Rojali” dan “Rohana” tidak bisa dianggap remeh oleh para pelaku usaha. Meskipun hanya tampak sebagai aktivitas rekreasi, keberadaan kelompok ini secara massal dapat berdampak signifikan terhadap kondisi ekonomi pusat perbelanjaan.

Dampak paling nyata adalah penurunan omzet secara keseluruhan. Jika terus berlanjut, pemilik usaha dapat merugi karena pendapatan yang masuk tidak mampu mengimbangi biaya operasional yang tinggi, seperti sewa tempat, listrik, dan gaji karyawan.