OpenAI siapkan GPT6 usai kegagalan rollout GPT5

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Sam Altman

CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka mengakui bahwa peluncuran model GPT-5 dilakukan dengan cara yang keliru dan menimbulkan kekecewaan di kalangan pengguna ChatGPT. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah jamuan makan malam tertutup bersama jurnalis di San Francisco, seperti dilaporkan The Verge.

“Saya rasa kami benar-benar melakukan kesalahan dalam beberapa hal saat peluncuran,” kata Altman.

GPT-4o Diganti, Pengguna Protes

Masalah utama muncul ketika OpenAI mengganti model default ChatGPT dari GPT-4o, yang dikenal luas karena gaya percakapannya yang hangat dan mendukung, ke GPT-5. Perubahan mendadak ini memicu reaksi keras di media sosial seperti Reddit dan X (sebelumnya Twitter), dengan sejumlah pengguna mengancam akan membatalkan langganan mereka.

Menanggapi tekanan tersebut, OpenAI segera merilis pembaruan yang mengembalikan GPT-4o sebagai opsi bagi pelanggan berbayar. Altman menyebut langkah mundur ini sebagai “panggilan untuk bangun” bagi perusahaan.

“Kami telah belajar pelajaran besar tentang apa artinya memperbarui produk yang digunakan oleh ratusan juta orang dalam satu hari,” ujarnya.

Hubungan Emosional dengan AI

Altman juga menyoroti aspek tak terduga dari peluncuran GPT-5: hubungan emosional pengguna dengan AI. Beberapa pengguna menyatakan bahwa GPT-5 terasa lebih dingin, mekanis, dan kurang suportif dibandingkan versi sebelumnya.

“Beberapa orang benar-benar merasa mereka punya hubungan dengan ChatGPT,” ujar Altman. “Lalu ada ratusan juta lainnya yang mungkin tidak merasa demikian, tetapi terbiasa dengan cara ChatGPT merespons dan memberi dukungan.”

Altman menyatakan bahwa hanya sebagian kecil (sekitar 1%) pengguna memiliki relasi yang tidak sehat dengan AI. Namun, OpenAI akan tetap memperhatikan kelompok ini dalam pengembangan ke depan. GPT-6, menurutnya, harus terasa lebih personal tanpa mengeksploitasi pengguna yang rentan.

Tantangan GPU dan Rencana Masa Depan

OpenAI dikabarkan akan mempercepat peluncuran GPT-6, yang diperkirakan tidak akan memiliki jeda waktu sepanjang GPT-4 ke GPT-5. Namun, ketersediaan chip GPU menjadi tantangan besar.

“Kami punya model yang lebih baik, tapi belum bisa kami luncurkan karena keterbatasan kapasitas,” kata Altman. Ia menambahkan bahwa OpenAI kemungkinan harus menginvestasikan “triliunan dolar untuk membangun pusat data dalam waktu yang tidak terlalu lama.”

Altman juga mengungkapkan rencana jangka panjang OpenAI, termasuk mendanai startup antarmuka otak-komputer sebagai saingan Neuralink milik Elon Musk, dan kemungkinan ikut serta dalam perebutan teknologi browser Chrome milik Google. Selain itu, OpenAI juga tengah mengembangkan perangkat AI rahasia bersama mantan kepala desain Apple, Jony Ive.

Meskipun GPT-5 mendapat kritik, ChatGPT saat ini digunakan oleh lebih dari 700 juta pengguna setiap minggu, empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Namun Altman mengingatkan akan potensi gelembung pasar di industri AI.

“Apakah para investor saat ini terlalu bersemangat terhadap AI? Menurut saya, iya,” ujarnya. “Tapi apakah AI adalah hal terpenting yang terjadi dalam waktu yang sangat lama? Menurut saya, juga iya.”

Ikuti terus berita teknologi dan perkembangan AI global hanya di Jurnalzone.id dengan topik revolusi kecerdasan buatan dan dampaknya bagi masyarakat

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini