OpenAI dilaporkan tengah melakukan reorganisasi terhadap Model Behavior, tim riset kecil namun berpengaruh yang bertanggung jawab membentuk cara model AI berinteraksi dengan manusia. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap kepribadian dan respons produk-produk andalan mereka seperti ChatGPT.
Dilansir dari TechCrunch pada Sabtu (6/9/2025), Kepala Riset OpenAI, Mark Chen, mengumumkan dalam sebuah memo internal bahwa tim yang beranggotakan sekitar 14 peneliti tersebut akan digabungkan dengan tim Post Training. Selain itu, pemimpin pendiri tim, Joanne Jang, akan beralih untuk memimpin sebuah proyek riset baru di internal perusahaan.
Integrasi Tim Demi Pengembangan Inti
Menurut memo yang beredar, tim Model Behavior kini akan berada di bawah pimpinan Post Training Lead, Max Schwarzer. Mark Chen menyatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membawa pekerjaan tim tersebut lebih dekat dengan pengembangan inti model. Langkah ini memberi sinyal kuat bahwa “kepribadian” AI kini dianggap sebagai faktor krusial dalam evolusi teknologi perusahaan.
Tim Model Behavior telah memegang peran kunci dalam riset OpenAI. Mereka bertanggung jawab untuk membentuk kepribadian model, mengurangi sycophancy—kecenderungan AI untuk hanya menyetujui keyakinan pengguna—mengelola bias politik dalam respons, hingga membantu mendefinisikan sikap perusahaan terhadap kesadaran AI. Tim ini telah terlibat dalam pengembangan setiap model sejak GPT-4.
Sorotan Tajam Terhadap Kepribadian AI
Reorganisasi ini terjadi di saat OpenAI menghadapi pengawasan ketat atas perilaku model AI mereka. Belum lama ini, pengguna memprotes keras perubahan kepribadian pada GPT-5 yang dianggap lebih “dingin”, meskipun model tersebut menunjukkan tingkat sycophancy yang lebih rendah. Hal ini memaksa OpenAI untuk mengembalikan akses ke model lawas seperti GPT-4o dan merilis pembaruan agar GPT-5 terasa lebih “hangat dan ramah”.
Tantangan dalam menciptakan AI yang ramah namun tidak penurut menjadi semakin berat. Pada bulan Agustus, OpenAI menghadapi gugatan hukum dari orang tua seorang remaja berusia 16 tahun yang bunuh diri. Gugatan tersebut menuduh bahwa ChatGPT versi GPT-4o gagal menentang atau memberikan respons yang tepat ketika remaja tersebut mengungkapkan pemikiran untuk bunuh diri kepada chatbot.
Joanne Jang Pimpin Proyek Baru OAI Labs
Di tengah perubahan ini, pemimpin pendiri tim Model Behavior, Joanne Jang, mengumumkan perannya yang baru. Setelah hampir empat tahun di OpenAI, Jang akan membangun dan memimpin tim riset baru bernama OAI Labs. Tim ini bertugas untuk “menciptakan dan membuat prototipe antarmuka baru tentang bagaimana manusia berkolaborasi dengan AI.”
Jang menyatakan antusiasmenya untuk mengeksplorasi pola interaksi yang melampaui paradigma percakapan (chat) yang ada saat ini.
“Saya sangat bersemangat untuk mengeksplorasi pola-pola yang membawa kita melampaui paradigma obrolan, yang saat ini lebih diasosiasikan dengan pendampingan, atau bahkan agen, di mana ada penekanan pada otonomi. Saya telah memikirkan [sistem AI] sebagai instrumen untuk berpikir, membuat, bermain, melakukan, belajar, dan terhubung,” kata Jang kepada TechCrunch.
Langkah reorganisasi ini menunjukkan bahwa OpenAI semakin menganggap kepribadian dan perilaku AI sebagai faktor krusial dalam pengembangan teknologi mereka, bukan lagi sebagai aspek sampingan. Di tengah tuntutan untuk menciptakan AI yang lebih aman dan ramah, pergeseran strategis ini, bersama dengan pembentukan OAI Labs, menandakan fokus ganda perusahaan: menyempurnakan interaksi model yang ada sambil merintis cara-cara baru kolaborasi manusia-AI di masa depan.





