JURNALZONE.ID – OpenAI mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbarunya, GPT-5.1, untuk seluruh pengguna ChatGPT. Peluncuran ini, yang diumumkan melalui akun X (sebelumnya Twitter) resmi perusahaan, dimulai minggu ini dan menjanjikan peningkatan signifikan dalam hal kecerdasan, keandalan, serta kemampuan percakapan.
Dalam unggahan utamanya, OpenAI menyatakan bahwa model baru ini “lebih pintar, lebih andal, dan jauh lebih konversasional.” Peluncuran ini dilakukan secara bertahap kepada semua pengguna.
Peningkatan Kemampuan Inti
Melalui serangkaian unggahan lanjutan, OpenAI merinci beberapa peningkatan utama yang dibawa oleh GPT-5.1. Model ini diklaim lebih baik dalam memahami dan mengeksekusi perintah.
Dilansir dari akun X @OpenAI, GPT-5.1 disebut sekarang lebih baik dalam:
- Mengikuti instruksi khusus (custom instructions).
- Menggunakan penalaran (reasoning) untuk respons yang lebih akurat.
- Dan secara keseluruhan lebih baik dalam mengobrol (chatting).
Penalaran Adaptif dan Waktu Berpikir
Salah satu pembaruan paling menonjol pada versi 5.1 adalah kemampuan “adaptive reasoning” atau penalaran adaptif. Peningkatan ini juga berlaku untuk varian model “GPT-5.1 Instant”.
OpenAI menjelaskan bahwa model “GPT-5.1 Thinking” kini dapat secara efektif menyesuaikan waktu berpikirnya berdasarkan kerumitan pertanyaan. Model akan mendedikasikan lebih banyak waktu untuk memecahkan masalah yang kompleks, dan sebaliknya, menggunakan lebih sedikit waktu untuk pertanyaan yang sederhana.
Kemampuan penalaran adaptif ini juga memungkinkan “GPT-5.1 Instant” menjadi lebih “hangat” dan konversasional. Model ini disebut dapat memutuskan untuk “berpikir sedikit lebih lama” sebelum menanggapi pertanyaan yang sulit.
Respons Lebih Jelas Tanpa Jargon
Peningkatan pada kemampuan mengikuti instruksi dan penalaran adaptif juga berdampak pada kualitas jawaban. OpenAI mengklaim respons yang dihasilkan GPT-5.1 kini “lebih jelas dengan lebih sedikit jargon.”
Hal ini ditujukan agar model dapat menjawab pertanyaan yang diajukan pengguna dengan lebih andal dan akurat, serta mengurangi kebingungan akibat istilah-istilah teknis yang tidak perlu.