OpenAI meminta pengadilan memerintahkan Meta menyerahkan bukti terkait dugaan rencana terkoordinasi dengan Elon Musk dan xAI untuk mengakuisisi perusahaan pengembang ChatGPT tersebut. Permintaan itu terungkap dalam berkas hukum yang diajukan dalam rangkaian gugatan Musk terhadap OpenAI.
Pengacara OpenAI mengungkap bahwa mereka telah mengajukan panggilan dokumen (subpoena) pada Juni lalu kepada Meta, terkait kemungkinan keterlibatan perusahaan itu dalam tawaran akuisisi senilai USD 97 miliar yang dilayangkan Musk pada Februari.
Meski akhirnya ditolak, OpenAI menilai ada komunikasi antara Musk dan CEO Meta Mark Zuckerberg mengenai rencana tersebut.
Sengketa Hukum dengan Elon Musk
Dalam gugatannya, Musk mempermasalahkan langkah OpenAI mengubah entitas for-profit menjadi public benefit corporation, yang menurutnya bertentangan dengan misi awal perusahaan. OpenAI berargumen konversi tersebut diperlukan untuk mendapatkan investor dan mendukung ekspansi.
Dokumen hukum menyebut Musk dan Zuckerberg sempat berdiskusi mengenai kemungkinan pendanaan atau investasi untuk mendukung xAI dalam upaya membeli OpenAI. Meski demikian, juru bicara Meta Andy Stone menegaskan tidak ada tanda tangan Meta atau Zuckerberg dalam surat niat pembelian Musk.
Meta Menolak Permintaan OpenAI
Meta sendiri menolak memberikan dokumen yang diminta. Pihaknya beralasan informasi terkait komunikasi internal maupun diskusi mengenai restrukturisasi OpenAI tidak relevan dengan kasus hukum Musk. Menurut Meta, informasi terkait dapat diperoleh langsung dari Musk maupun xAI.
Persaingan AI Memanas
Di tengah sengketa ini, Meta diketahui terus berupaya memperkuat posisinya di industri AI. Perusahaan tersebut dilaporkan berambisi mengembangkan model AI yang bisa menyaingi GPT-4 milik OpenAI. Meski sempat tertinggal standar industri, Meta meningkatkan investasinya, termasuk menanam dana USD 14 miliar di Scale AI dan merekrut sejumlah peneliti top, seperti Shengjia Zhao, salah satu pencipta ChatGPT.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar teknologi kecerdasan buatan dan persaingan raksasa teknologi dunia hanya di Jurnalzone.id kanal Teknologi.





