JURNALZONE.ID – OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, pada Jumat (5/9) melalui Blog OpenAI, mengumumkan peluncuran dua inisiatif besar yang bertujuan untuk memperluas peluang ekonomi dan membantu para pekerja beradaptasi dengan disrupsi kecerdasan buatan (AI).
Inisiatif tersebut adalah OpenAI Jobs Platform dan OpenAI Certifications, yang diumumkan melalui tulisan eksekutif OpenAI, Fidji Simo.
Inisiatif pertama, OpenAI Jobs Platform, dirancang untuk menjadi jembatan antara perusahaan yang membutuhkan talenta mahir AI dengan para pencari kerja. Platform ini akan menggunakan teknologi AI untuk mencocokkan kebutuhan perusahaan dengan keahlian yang dimiliki para kandidat, mulai dari level pemula hingga ahli.
Menurut OpenAI, platform ini tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga memiliki jalur khusus untuk membantu bisnis lokal dan pemerintah daerah.
Inisiatif kedua adalah OpenAI Certifications, sebuah program untuk memvalidasi tingkat kemahiran seseorang dalam menggunakan AI. Program ini merupakan perluasan dari OpenAI Academy yang sudah ada dan akan menawarkan sertifikasi untuk berbagai level, mulai dari dasar penggunaan AI di tempat kerja hingga prompt engineering. OpenAI menargetkan untuk mensertifikasi 10 juta orang di Amerika Serikat pada tahun 2030.
Dalam peluncuran ini, OpenAI menggandeng sejumlah mitra strategis, termasuk perusahaan swasta terbesar di dunia, Walmart. CEO Walmart A.S., John Furner, menyambut baik kolaborasi ini.
“Di Walmart, kami tahu masa depan ritel tidak akan ditentukan oleh teknologi semata—tetapi oleh orang-orang yang tahu cara menggunakannya,” ujar Furner.
Fidji Simo mengakui bahwa AI akan bersifat disruptif, namun ia percaya inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan oleh lebih banyak orang, bukan hanya segelintir kalangan.





