Jurnalzone.id – OpenAI pada Selasa (29/7) mengumumkan peluncuran Study Mode, sebuah fitur baru dalam ChatGPT yang dirancang untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Alih-alih memberikan jawaban secara langsung, mode ini akan memandu pengguna dengan serangkaian pertanyaan untuk menguji pemahaman mereka terhadap suatu materi sebelum memberikan solusi.
Menjawab Kekhawatiran Dunia Pendidikan
Peluncuran Study Mode merupakan upaya OpenAI untuk menjawab kekhawatiran yang meluas di kalangan pendidik mengenai dampak AI terhadap kemampuan belajar siswa.
Sejak ChatGPT diluncurkan pada 2022, banyak penelitian menunjukkan bahwa meski dapat menjadi tutor yang membantu, penggunaannya juga berisiko menurunkan keterampilan berpikir kritis. Sebuah riset yang dirilis Juni lalu bahkan menemukan bahwa aktivitas otak orang yang menggunakan ChatGPT untuk menulis esai lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak.
Dalam pengumuman resminya, OpenAI mengangkat pertanyaan penting yang mendasari fitur ini, “Bagaimana kami memastikan (ChatGPT) digunakan untuk mendukung pembelajaran nyata, dan tidak hanya menawarkan solusi tanpa membantu siswa memahaminya?”
Dengan fitur ini, OpenAI berharap dapat mengubah citra ChatGPT dari sekadar mesin pencari jawaban menjadi alat pembelajaran yang sesungguhnya. Langkah serupa sebelumnya telah diambil oleh kompetitornya, Anthropic, yang meluncurkan Learning Mode untuk chatbot Claude pada bulan April.
Mekanisme dan Ketersediaan
Saat diaktifkan, Study Mode akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemandu yang menyesuaikan respons dengan tujuan dan tingkat keahlian pengguna. Dalam beberapa kasus, fitur ini akan menolak memberikan jawaban langsung sampai siswa menunjukkan keterlibatan aktif dengan materi yang ditanyakan.
Menurut OpenAI, “Study mode dirancang untuk menjadi menarik dan interaktif, dan untuk membantu siswa mempelajari sesuatu—bukan hanya menyelesaikan sesuatu.”
Fitur ini mulai diluncurkan pada Selasa untuk pengguna yang masuk ke akun ChatGPT pada paket Gratis (Free), Plus, Pro, dan Tim (Team). Peluncuran untuk pelanggan ChatGPT Edu, yang umumnya terdiri dari institusi pendidikan, diharapkan menyusul dalam beberapa minggu mendatang.
Keterbatasan dan Langkah ke Depan
Meskipun inovatif, efektivitas Study Mode memiliki keterbatasan signifikan. Siswa dapat dengan mudah beralih kembali ke mode reguler jika mereka hanya menginginkan jawaban cepat.
Dilansir dari TechCrunch, Wakil Presiden Pendidikan OpenAI, Leah Belsky, mengonfirmasi bahwa saat ini perusahaan tidak menawarkan alat bagi orang tua atau administrator sekolah untuk mengunci siswa dalam Study Mode. Namun, Belsky menyatakan bahwa OpenAI mungkin akan mengeksplorasi opsi kontrol administratif atau orang tua di masa depan.
Ini berarti penggunaan fitur ini sangat bergantung pada komitmen siswa itu sendiri untuk benar-benar mau belajar, bukan sekadar menyelesaikan tugas. OpenAI menegaskan bahwa Study Mode adalah langkah pertama mereka dalam meningkatkan pembelajaran di ChatGPT dan berjanji akan merilis lebih banyak informasi di masa depan.