JURNALZONE.ID – OpenAI dan Microsoft telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) non-mengikat sebagai langkah awal untuk memasuki fase kemitraan berikutnya. Pengumuman yang disampaikan pada 12 September 2025 ini menegaskan komitmen kedua perusahaan untuk melanjutkan kolaborasi strategis mereka dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang aman dan bermanfaat bagi semua orang.
Saat ini, kedua pihak sedang bekerja aktif untuk memfinalisasi perjanjian kontraktual yang definitif.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X OpenAI Newsroom, kemitraan ini akan terus berlandaskan pada komitmen bersama terhadap keselamatan.
Bret Taylor, selaku Chair di OpenAI, memberikan penegasan penting mengenai struktur organisasi di tengah evolusi kemitraan ini. Ia menekankan bahwa identitas inti OpenAI sebagai lembaga nirlaba akan tetap dipertahankan.
“OpenAI dimulai sebagai organisasi nirlaba, tetap demikian hari ini, dan akan terus berlanjut—dengan lembaga nirlaba memegang otoritas yang memandu masa depan kami. Sebagaimana diumumkan sebelumnya dan diuraikan dalam MOU non-mengikat kami dengan Microsoft, kendali berkelanjutan dari lembaga nirlaba OpenAI kini akan dipasangkan dengan kepemilikan saham ekuitas di PBC (Public Benefit Corporation),” ujar Taylor.
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa model tata kelola OpenAI akan tetap unik. Entitas nirlaba akan memegang kendali penuh atas arah dan misi perusahaan, memastikan bahwa tujuan utama untuk kemanusiaan tetap menjadi prioritas. Di sisi lain, kemitraan komersial, termasuk kolaborasi dengan Microsoft, akan berjalan melalui struktur Public Benefit Corporation (PBC), di mana entitas nirlaba juga memiliki saham.





