Kesebelasan Persiku Kudus resmi dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyusul tindakan diskriminatif yang dilakukan oknum suporter pada laga lanjutan Liga Championship 2025/2026. Berdasarkan keputusan resmi tersebut, tim berjuluk Laskar Macan Muria dihukum larangan menyelenggarakan satu pertandingan kandang tanpa penonton serta denda finansial sebesar Rp250 juta. Sanksi ini merujuk pada Pasal 60 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.
Kronologi Insiden Diskriminasi di Stadion
Insiden tersebut terjadi saat Persiku Kudus menjamu Persipura Jayapura di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (30/1) lalu. Dilansir dari keterangan resmi klub, tindakan tidak terpuji berupa ejekan rasisme yang ditujukan kepada pemain lawan menjadi dasar kuat bagi Komdis PSSI untuk menjatuhkan hukuman maksimal guna memberikan efek jera.
Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad Amirul, mengonfirmasi bahwa pihak manajemen telah menerima pemberitahuan mengenai keputusan sidang disiplin tersebut.
“Benar, kita mendapatkan sanksi tersebut karena Komdis PSSI menilai adaya tindakan diskriminatif yakni suporter mengucapkan kalimat-kalimat rasis kepada tim Persipura selama pertandingan,” kata Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia Abdul Fuad Amirul.
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa manajemen mengakui adanya perilaku menyimpang dari tribun penonton yang mencederai sportivitas. Pihak klub kini tengah mempelajari lebih lanjut detail sanksi tersebut, mengingat keputusan Komdis didukung oleh bukti-bukti yang memadai dari pengawas pertandingan.
Evaluasi Manajemen dan Edukasi Suporter
Manajemen Persiku Kudus menyayangkan terjadinya peristiwa ini karena tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga mencoreng martabat klub di kancah nasional. Sebagai langkah konkret, seluruh ofisial Persiku kini mulai mengampanyekan gerakan anti-rasisme melalui media sosial guna mengedukasi seluruh elemen pendukung.
Abdul Fuad Amirul menambahkan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum perbaikan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung Laskar Macan Muria.
“Ini pelajaran berharga bagi kami dan suporter, bukan masalah bikai uang saja tetapi nama a baik juga tercoreng,” tambahnya.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa fokus utama manajemen saat ini adalah memulihkan nama baik institusi dan memastikan lingkungan stadion tetap sehat dan kondusif bagi siapa pun. Pihak klub pun diperingatkan bahwa jika terjadi pengulangan pelanggaran serupa, sanksi yang jauh lebih berat akan menanti di kemudian hari.
Persiapan Teknis Menghadapi Putaran Ketiga
Meski tengah dirundung sanksi disiplin, Persiku Kudus tetap berupaya menjaga fokus pada aspek teknis permainan demi menjauh dari zona degradasi. Pelatih Persiku, Bambang Pujo Sumantri, menyatakan telah melakukan serangkaian evaluasi pasca kekalahan 1-2 dari Persipura Jayapura di laga sebelumnya. Tim juga telah diperkuat dengan amunisi baru dari jendela transfer Januari.
Perekrutan pemain seperti dua pilar asal Brasil, Caique Silvio Souza dan Jaimerson Xavier, serta pemain lokal berkualitas seperti Hugo Samir dan Alfath Fathier, diharapkan mampu mendongkrak performa tim pada putaran ketiga nanti.
“Dengan materi pemain ini saya pikir sudah bagus, saat ini guna mempersiapkan laga lanjutan Kita terus melakukan evaluasi dan perbaikan, nanti kita lihat kekurangannya seperti apa,” ujar Bambang Pujo Sumantri.
Melalui penjelasan tersebut, terlihat bahwa tim pelatih merasa komposisi skuad saat ini sudah mencukupi untuk bersaing secara kompetitif. Selama masa jeda kompetisi, Persiku fokus mematangkan strategi agar dapat mengamankan poin penuh dalam setiap laga kandang maupun tandang guna mengamankan posisi mereka di Liga Championship.