MRT Gangguan, Penumpang Bisa Refund Saldo Jika Sudah Tap In

MRT Gangguan

JURNALZONE.ID – PT MRT Jakarta memastikan akan memberikan layanan pengembalian saldo perjalanan atau refund bagi penumpang yang sudah terlanjur melakukan tap in namun perjalanan mereka terhenti akibat gangguan operasional. Gangguan ini terjadi menyusul insiden pohon tumbang yang menimpa struktur lintasan dan kelistrikan di kawasan Jalan Sisingamangaraja pada Kamis (20/11/2025).

Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, menegaskan bahwa pengembalian dana ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap hak pengguna jasa yang terdampak langsung di stasiun.

Mekanisme Pengembalian Saldo

Manajemen MRT Jakarta mengambil langkah cepat untuk menangani kerugian biaya tiket yang telah dikeluarkan oleh penumpang saat insiden berlangsung. Penumpang yang sudah masuk ke area berbayar (paid area) namun tidak dapat melanjutkan perjalanan karena kereta berhenti beroperasi, dapat segera memproses pengembalian saldonya.

“Untuk teman-teman yang kebetulan sudah tap in, bisa menghubungi (petugas), itu bisa diganti, bisa dikembalikan, jadi sebatas sebatas dengan apa yang sudah di-tap in saja dari teman-teman yang tadi mungkin sudah buru-buru, begitu tahu MRT tidak beroperasi kemudian langsung keluar,” jelas Rendy saat ditemui di lokasi kejadian.

Dari penjelasan tersebut, mekanisme refund dilakukan secara manual dengan bantuan petugas di stasiun. Penumpang tidak perlu khawatir saldonya hangus, karena pihak MRT memfasilitasi pengembalian sesuai nominal yang terpotong saat masuk, khususnya bagi mereka yang memutuskan untuk beralih moda transportasi lain saat mengetahui adanya gangguan.

Status Force Majeure Tanpa Kompensasi Lebih

Meskipun menyediakan opsi refund tiket, pihak MRT Jakarta menyatakan belum ada pembahasan mengenai kompensasi tambahan di luar pengembalian saldo tersebut.

Hal ini dikarenakan insiden pohon tumbang dikategorikan sebagai keadaan kahar atau force majeure yang berada di luar kendali operasional perusahaan. Fokus utama saat ini adalah perbaikan infrastruktur agar layanan dapat kembali normal.

“Sampai saat ini kami tidak dalam pembicaraan untuk memberikan kompensasi karena terus terang memang ini adalah force majeure karena ada pohon tumbang yang kemudian pohon tumbang itulah yang menyebabkan tadi kerusakan struktur maupun pada kelistrikan di MRT Jakarta,” tutur Rendy.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi murni akibat faktor eksternal yang tidak terduga. Tim teknis sedang bekerja keras memperbaiki area atap lintasan yang rusak, sementara penyebab pasti tumbangnya pohon masih diinvestigasi apakah murni faktor alam atau ada penyebab lain.

Evakuasi Penumpang Berjalan Lancar

Dampak dari insiden ini cukup signifikan terhadap operasional harian MRT. Layanan kereta terpaksa dibatasi hanya melayani rute dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M. Selain itu, ratusan penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta maupun di stasiun saat kejadian berlangsung harus dievakuasi demi keselamatan.

“So far selamat dengan baik-baik saja gitu ya, dari 524 yang sudah kami evakuasi, baik dari stasiun, kemudian dari kereta,” ujarnya.

Angka 524 penumpang yang disebutkan menunjukkan skala dampak kejadian pada jam operasional tersebut. Seluruh proses evakuasi dipastikan berjalan aman tanpa ada korban cedera, menandakan prosedur darurat MRT Jakarta berjalan dengan baik meskipun terjadi gangguan tak terduga.