Jurnalzone.id – OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengumumkan kemitraan strategis baru dengan Amazon Web Services (AWS), sebuah langkah yang mengintensifkan persaingan di industri kecerdasan buatan (AI). Melalui kerja sama ini, dua model penalaran (reasoning models) baru dari OpenAI untuk pertama kalinya akan tersedia di platform AWS mulai Selasa, seperti yang dikonfirmasi perusahaan kepada TechCrunch.
Kemitraan ini menandai momen penting bagi kedua perusahaan. Dilansir dari pengumuman tersebut, model-model baru OpenAI akan dapat diakses oleh pelanggan AWS melalui layanan Amazon AI Bedrock dan SageMaker AI.
Meskipun model ini dapat diunduh secara bebas melalui Hugging Face, penawarannya di AWS dilakukan dengan sepengetahuan dan persetujuan penuh dari OpenAI, seperti yang diindikasikan oleh Dmitry Pimenov, pimpinan produk OpenAI.
Langkah Kompetitif di Tengah Persaingan Ketat
Kerja sama ini merupakan sebuah langkah kompetitif yang signifikan. Bagi AWS, kemitraan ini akhirnya menempatkan raksasa cloud tersebut dalam satu panggung dengan pembuat model AI terbesar di dunia, OpenAI. Sebelumnya, AWS lebih dikenal sebagai pendukung finansial dan penyedia hosting utama bagi Anthropic Claude, salah satu pesaing terbesar OpenAI.
Langkah ini juga datang di tengah tekanan besar terhadap CEO Amazon, Andy Jassy. Dilansir dari laporan pendapatan kuartalan Amazon pekan lalu, para analis Wall Street berulang kali mempertanyakan posisi AWS yang dianggap tertinggal dari para pesaingnya, terutama Microsoft, dalam persaingan AI. Menanggapi pertanyaan mengenai pertumbuhan cloud Microsoft yang lebih cepat, Jassy merespons dengan tajam, “Saya rasa pemain nomor dua itu ukurannya sekitar 65% dari AWS.”
Hingga kini, Microsoft Azure masih menjadi mitra cloud paling signifikan bagi OpenAI. Namun, dengan hadirnya model OpenAI di AWS, dominasi tersebut mulai terkikis.
Diversifikasi Kemitraan OpenAI
Bagi OpenAI yang dipimpin oleh Sam Altman, kemitraan ini memberikan keuntungan strategis. Dilaporkan bahwa hubungan OpenAI dengan Microsoft sedang tegang karena negosiasi ulang kesepakatan jangka panjang mereka. Dengan mendekati penyedia cloud terbesar di dunia, AWS, OpenAI memperkuat posisi tawarnya.
Langkah ini juga memungkinkan basis pelanggan korporat AWS yang luas untuk lebih mudah bereksperimen dengan model-model OpenAI. Selain itu, OpenAI juga telah menandatangani kesepakatan besar dengan Oracle untuk layanan pusat data, menunjukkan strategi diversifikasi yang jelas di luar ekosistem Microsoft. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi pukulan bagi Meta, yang baru-baru ini mengakui kemungkinan tidak akan merilis semua model “superintelligence” masa depannya secara open source, berbeda dengan langkah OpenAI kali ini yang merilis modelnya di bawah lisensi Apache 2.0.