PT MNC Energy Investment Tbk (IATA) mencatatkan realisasi produksi batu bara sebesar 3,38 juta metrik ton (MT) sepanjang tahun 2025. Angka ini setara dengan sekitar 80 persen dari target produksi yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perseroan.
Realisasi dan Target Produksi
Direktur Utama MNC Energy, Suryo Eko Hadianto, menjelaskan bahwa target produksi RKAB tahun 2025 adalah 4,2 juta MT. “Dari sisi rencana produksi, tahun 2025 secara RKAB itu 4,2 juta MT. Realisasi kami di 3,38 juta MT atau sekitar 80 persen,” kata Suryo dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Untuk tahun 2026, perseroan telah menyiapkan proyeksi produksi. Namun, Suryo menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat indikatif dan belum final. Hal ini karena perusahaan masih dalam proses pengajuan RKAB kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kami sedang dalam proses pengajuan RKAB di Kementerian ESDM, sehingga angka ini masih sangat tentatif atau subject to dari persetujuan dari Menteri ESDM itu sendiri,” ujarnya.
Dalam dokumen pengajuan RKAB 2026, MNC Energy menargetkan produksi dari beberapa entitas anak perusahaannya. PT Arthaco Prima Energy (APE) diajukan dengan target sekitar 3 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) sebesar 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC) sekitar 3,7 juta MT. Dengan demikian, total produksi yang diajukan perseroan untuk tahun 2026 mencapai 7,85 juta MT.





