Meta Tunjuk Shengjia Zhao Jadi Kepala Ilmuwan Unit Superintelligence

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Perkuat Riset AI Meta Resmi Angkat Shengjia Zhao Pimpin MSL

Jurnalzone.id – Meta secara resmi menunjuk Shengjia Zhao, mantan peneliti OpenAI, sebagai Kepala Ilmuwan (Chief Scientist) untuk unit riset kecerdasan buatan (AI) terbarunya, Meta Superintelligence Labs (MSL). CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengumumkan penunjukan ini pada Jumat, sebagai langkah strategis untuk memimpin upaya perusahaan dalam pengembangan AI superintelligence dan menyaingi para kompetitor utamanya di industri teknologi.

Dilansir dari techcrunch.com, penunjukan Zhao bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan riset di MSL. Zuckerberg menyatakan antusiasmenya melalui unggahan di platform Threads. “Saya gembira mengabarkan bahwa Shengjia Zhao akan menjadi Kepala Ilmuwan Meta Superintelligence Labs,” tulis Zuckerberg. “Shengjia turut mendirikan lab baru ini dan telah menjadi ilmuwan utama kami sejak hari pertama. Sekarang setelah rekrutmen berjalan baik dan tim kami mulai terbentuk, kami memutuskan untuk meresmikan peran kepemimpinannya.”

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa peran Zhao telah menjadi sentral sejak awal pembentukan MSL, dan peresmian jabatannya menandai fase baru dalam operasional laboratorium tersebut.

Struktur Kepemimpinan dan Fokus Riset

Shengjia Zhao akan bertanggung jawab menetapkan agenda riset di bawah kepemimpinan Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI yang sebelumnya telah direkrut untuk mengepalai MSL. Penunjukan Wang, yang tidak memiliki latar belakang riset, dianggap sebagai pilihan yang tidak konvensional. Kehadiran Zhao, yang dikenal sebagai pemimpin riset terkemuka dalam pengembangan model AI terdepan, dinilai melengkapi dan memperkokoh tim kepemimpinan MSL.

Fokus utama MSL adalah pengembangan model penalaran AI (AI reasoning models), sebuah area di mana Meta saat ini belum memiliki produk kompetitor sekelas model o1 milik OpenAI. Zhao sendiri merupakan salah satu kontributor utama dalam pengembangan model o1, bersama salah satu pendiri OpenAI, Ilya Sutskever. Keahliannya dalam apa yang disebut Zuckerberg sebagai “paradigma penskalaan baru” diharapkan dapat mengakselerasi kemajuan Meta di bidang ini.

Rekrutmen Agresif dan Investasi Infrastruktur

Untuk membangun tim MSL, Meta telah melakukan perekrutan agresif dengan menarik sejumlah peneliti tingkat tinggi dari perusahaan rival seperti OpenAI, Google DeepMind, Apple, dan Anthropic.

Laporan The Information pada Juni lalu menyebut Zhao akan bergabung bersama tiga peneliti berpengaruh lainnya dari OpenAI. Zuckerberg bahkan dilaporkan turun tangan langsung dengan mengirim surel pribadi dan mengundang calon peneliti ke kediamannya, serta menawarkan paket kompensasi bernilai jutaan dolar yang beberapa di antaranya merupakan “tawaran terbatas” yang kedaluwarsa dalam beberapa hari.

Selain sumber daya manusia, Meta juga meningkatkan investasi besar-besaran pada infrastruktur komputasi. Pada tahun 2026, para peneliti MSL diharapkan dapat mengakses klaster komputasi awan Meta bernama Prometheus di Ohio, yang memiliki kapasitas daya 1 gigawatt. Infrastruktur masif ini akan memungkinkan Meta melakukan pelatihan model AI terdepan dalam skala besar yang kompetitif.

Dengan penunjukan Zhao, Meta kini memiliki dua Kepala Ilmuwan AI, bersama Yann LeCun yang memimpin Fundamental AI Research (FAIR), unit riset AI jangka panjang Meta.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini