JURNALZONE.ID – Selama hampir dua periode kepemimpinannya sejak 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memercayakan pengelolaan keuangan negara kepada lima figur berbeda untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan. Masing-masing nakhoda di Gedung Djuanda ini memiliki rekam jejak, prestasi, serta tantangan unik dalam mengawal kebijakan fiskal dan anggaran negara yang bernilai triliunan rupiah.
Berikut adalah lima sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I dan II, dilansir dari penelusuran detikFinance.
1. Jusuf Anwar (2004 – 2005)
Sebagai Menkeu pertama di era SBY, Jusuf Anwar memiliki masa jabatan yang singkat, kurang dari satu tahun. Berasal dari internal Kemenkeu, ia sebelumnya menjabat sebagai Sekjen dan Ketua Bapepam. Salah satu isu yang muncul di masanya adalah kenaikan anggaran kepresidenan sebesar 57%.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Jusuf Anwar melanjutkan karier sebagai Duta Besar RI untuk Jepang.
2. Sri Mulyani Indrawati (2005 – 2010)
Menggantikan Jusuf Anwar, Sri Mulyani menjadi salah satu Menkeu dengan profil internasional. Di tengah tantangan kasus Bank Century, ia berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 dan masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes. Ia meninggalkan jabatannya untuk menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia.
3. Agus Martowardojo (2010 – 2013)
Sosok profesional dari sektor perbankan, Agus Martowardojo, ditunjuk SBY setelah kepergian Sri Mulyani. Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini juga menorehkan prestasi sebagai Finance Minister Of The Year 2012 versi The Banker.
Meski sempat terseret dalam kasus Hambalang, namanya tetap disegani. Jabatannya berakhir lebih cepat saat ia ditugaskan menjadi Gubernur Bank Indonesia.
4. Hatta Rajasa (2013)
Setelah pemberhentian Agus Marto yang mendadak, Presiden SBY menunjuk Hatta Rajasa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan. Selama satu bulan, ia merangkap jabatan dengan posisinya sebagai Menko Perekonomian dan langsung dihadapkan pada isu-isu mendesak, termasuk pemblokiran anggaran beberapa kementerian.
5. Chatib Basri (2013 – 2014)
Sebagai Menkeu kelima, Chatib Basri yang sebelumnya menjabat Kepala BKPM diharapkan mampu menopang ekonomi melalui investasi. Karena pernah menjadi staf ahli pada era Sri Mulyani, ia dinilai tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama.
Tugas berat pertamanya adalah menghadapi pembahasan APBN Perubahan 2013 dan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi.





