JURNALZONE.ID – Saham emiten rokok raksasa, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), melesat tajam di lantai bursa sejak dua pekan terakhir. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh sentimen positif pasar setelah Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, mengisyaratkan adanya potensi evaluasi terhadap kebijakan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang selama ini dinilai sangat tinggi.
Katalis utama penguatan saham datang dari pernyataan Menkeu Purbaya dalam Media Briefing, Jumat (19/9), di mana ia mengaku terkejut dengan besaran tarif cukai yang telah mencapai 57%. Menurut data, saham GGRM dan HMSP kompak meroket lebih dari 22% sejak Purbaya dilantik, mencerminkan euforia dan harapan investor terhadap kebijakan yang lebih akomodatif.
“Tinggi amat, Firaun, lu? Banyak banget,” ungkap Purbaya dalam sebuah diskusi internal, yang menandakan kemungkinan perubahan arah kebijakan fiskal untuk sektor tembakau.
Respons positif pasar ini tak lepas dari rekam jejak industri yang tertekan akibat kenaikan cukai agresif selama lima tahun terakhir. Tekanan tersebut telah menggerus profitabilitas perusahaan secara signifikan, di mana laba GGRM anjlok 81% pada 2024, sementara HMSP mengalami penurunan laba bersih sebesar 17,92%. Pernyataan Menkeu Purbaya dianggap sebagai angin segar yang dapat memperbaiki kinerja keuangan emiten ke depan.
Sikap Purbaya yang memprioritaskan penyerapan tenaga kerja juga menjadi perhatian utama investor. Ia menegaskan bahwa industri yang menyerap hampir 6 juta pekerja ini tidak boleh dimatikan tanpa solusi konkret bagi para pekerjanya.
“Selama kita tidak bisa punya program untuk menyerap tenaga kerja yang menganggur, industri tidak boleh dibunuh,” tegas Purbaya.
Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa pemerintah menunjukkan komitmen untuk mencari keseimbangan baru antara pendapatan negara, kesehatan publik, dan keberlangsungan industri padat karya.
Menkeu Purbaya juga berencana mengunjungi Jawa Timur untuk berdialog langsung dengan pelaku industri. Langkah ini semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa pemerintah serius mempertimbangkan opsi kebijakan baru, baik melalui penurunan tarif cukai maupun perlindungan pasar dari peredaran rokok ilegal.
- PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) Kembangkan Proyek Properti Premium Senilai Triliunan Rupiah di Berbagai Wilayah
- MNC Energy Pastikan Operasional Tambang Gunakan Jalan Mandiri, Tak Bersinggungan dengan Jalan Negara
- Rahayu Saraswati Resmi Jadi Investor Strategis, Kuasai 5 Persen Saham Trinland (TRIN)





