Mengenal Arti Buyback Saham dan Alasan BBCA Melakukannya

Apa Itu Buyback Saham

JURNALZONE.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengambil langkah berani di awal tahun dengan mengalokasikan dana internal sebesar Rp5 triliun untuk aksi pembelian kembali saham atau buyback. Langkah korporasi ini dilakukan sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi dinamika pasar modal yang kerap mengalami volatilitas tinggi.

Langkah strategis tersebut memastikan bahwa perseroan memiliki peran aktif dalam menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan.

Dengan menyerap kembali saham di pasar reguler, BCA menunjukkan bahwa posisi likuiditas mereka tetap kokoh meskipun kondisi ekonomi makro sedang penuh tantangan.

Mekanisme Pembelian Kembali Saham

Pencapaian ini dilakukan dengan cara emiten membeli kembali saham yang telah beredar di tangan publik melalui bursa efek. Merujuk pada ketentuan OJK, perusahaan memiliki fleksibilitas untuk menyimpan saham tersebut sebagai treasury stock atau menggunakannya untuk program insentif karyawan di masa depan.

Namun demikian, seluruh proses ini wajib melewati persetujuan para pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penggunaan dana perusahaan tetap transparan dan tidak mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang perseroan.

Tujuan Utama Aksi Buyback BBCA

Penerapan kebijakan ini memiliki dampak langsung maupun tidak langsung bagi struktur permodalan dan persepsi pasar. Berikut adalah beberapa tujuan utama di balik keputusan BCA melakukan pembelian kembali saham:

  1. Meningkatkan Nilai Intrinsik Saham: Dengan berkurangnya jumlah lembar saham yang beredar, secara otomatis angka laba per saham atau Earning Per Share (EPS) akan mengalami kenaikan.
  2. Sinyal Positif kepada Pasar: Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa manajemen percaya harga saham saat ini masih berada di bawah nilai wajar (undervalued).
  3. Stabilitas Harga Saham: Kehadiran permintaan beli dari internal perusahaan berfungsi sebagai penahan atau buffer agar harga saham tidak merosot tajam saat terjadi tekanan jual masif.
  4. Optimalisasi Pengembalian bagi Investor: Buyback menjadi cara alternatif bagi perusahaan untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham selain melalui pembagian dividen tunai.

Konjungsi transisi yang kuat terlihat pada komitmen BCA yang konsisten menjaga performa sahamnya di level premium. Pengalaman serupa pada tahun 2025 menjadi bukti bahwa emiten ini sangat responsif terhadap pergerakan harga di pasar agar tetap selaras dengan nilai fundamentalnya.