JURNALZONE.ID – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menargetkan kemenangan keenam berturut-turut saat timnya menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat (28/11) pukul 19.00 WIB ini, memiliki makna ganda karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun klub sekaligus momen kembalinya Macan Kemayoran bermain di Ibu Kota.
Kapan Ulang Tahun Persija?
Pertandingan melawan PSIM Yogyakarta ini terasa sangat spesial karena digelar tepat pada hari ulang tahun Persija Jakarta. Klub kebanggaan warga ibu kota ini didirikan pada tanggal 28 November 1928.
Dengan demikian, pada tanggal 28 November 2025 ini, Persija Jakarta genap berusia 97 tahun. Kemenangan di laga ini tentu akan menjadi kado terindah bagi sejarah panjang klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Momen Emosional Kembali ke GBK
Pertandingan ini sangat dinantikan oleh The Jakmania yang merindukan tim kesayangannya berlaga di kandang sendiri. Souza mengakui adanya semangat tambahan dalam skuadnya, namun ia tetap mewaspadai kekuatan lawan yang sedang dalam performa stabil.
“Kami sangat bersemangat bisa kembali ke Jakarta, bermain di sini. Besok kami akan menghadapi tim yang sangat kuat, tim yang sangat terorganisasi. Poin-poin yang mereka dapatkan menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang bermain baik dan mampu mencapai targetnya.”
Pelatih asal Brasil tersebut menegaskan bahwa target utama tim tetap tidak berubah, yakni mengamankan poin penuh demi memuaskan pendukung setia mereka di hari spesial klub.
“Namun, tujuan kami selalu sama: turun ke lapangan untuk mencoba mendapatkan tiga poin. Di mana pun kami bermain, kami selalu mencari kemenangan. Semoga besok kami bisa mendapatkan tiga poin itu, karena hal tersebut akan membuat Jakmania bahagia.”
Fokus pada Konsistensi Tim
Persija datang dengan modal impresif berupa lima kemenangan beruntun yang menempatkan mereka di peringkat kedua klasemen dengan 26 poin. Mereka terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Borneo FC. Sementara itu, PSIM Yogyakarta membuntuti di peringkat keempat dengan 22 poin dan catatan tak terkalahkan dalam empat laga terakhir.
Menanggapi persaingan papan atas yang ketat, Souza memilih untuk tidak memikirkan rival, melainkan fokus pada performa anak asuhnya sendiri.
“Sebenarnya, kami tidak perlu melihat lawan-lawan kami. Kami hanya perlu melakukan bagian kami, yaitu memenangkan tiga poin.”
Ia menambahkan bahwa perjalanan musim ini masih panjang dan konsistensi adalah kunci untuk mengejar ketertinggalan poin dari pemuncak klasemen.
“Masih ada dua belas pertandingan tersisa dan banyak yang bisa terjadi. Kami bahkan belum mencapai separuh musim. Yang harus kami lakukan adalah tetap konsisten, terus mengalahkan lawan-lawan kami.”