Penyerang andalan Olympique de Marseille, Mason Greenwood, kembali mencuri perhatian publik sepak bola Prancis. Selain tampil memukau dengan mencetak dua gol dalam kemenangan telak 5-1 atas Nice pada Jumat malam, mantan pemain Manchester United ini juga memberikan wawancara langka kepada media yang membahas inspirasi serta teknik mental di balik performa impresifnya.
Dominasi di Liga Prancis
Pemain berusia 24 tahun ini terus menunjukkan ketajamannya sejak pindah dari Manchester United pada musim panas 2024. Dua gol yang ia sarangkan ke gawang Nice menggenapkan koleksinya menjadi 10 gol di liga musim ini.
Pencapaian tersebut menempatkan Greenwood di posisi teratas dalam perburuan Sepatu Emas Ligue 1 (Golden Boot), menggeser pesaing terdekatnya, Joaquin Panichelli dari Strasbourg. Performa konsisten ini membuat klub-klub besar mulai memantau situasinya jelang bursa transfer mendatang, mengingat kesepakatan transfernya senilai £26,7 juta mencakup klausul bagi hasil penjualan untuk Manchester United.
Terinspirasi Ronaldo Nazario
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Ligue 1 Plus menjelang pertandingan, Greenwood berbicara mengenai gaya permainannya. Ketika didesak mengenai gerakan favoritnya di atas lapangan, ia tanpa ragu menyebut teknik stepover sebagai andalannya. Diskusi tersebut kemudian mengarah pada sosok legenda Brasil, Ronaldo Nazario.
“I watched a lot of him when I was younger, he used to do it on the goalkeepers a lot, which is kind of crazy.”
Dari pernyataan itu, Greenwood mengenang bagaimana ia sering menonton aksi Ronaldo saat masih muda. Ia menilai keberanian Ronaldo melakukan trik tersebut langsung di hadapan penjaga gawang adalah sesuatu yang luar biasa atau “gila”.
Teknik Visualisasi Mental
Selain kemampuan teknis dan penggunaan kedua kaki yang sama baiknya, Greenwood juga membagikan rahasia persiapan mentalnya sebelum bertanding. Ia mengungkapkan metode khusus untuk menjaga ketenangan saat mendapatkan peluang mencetak gol.
“The night before a game, I’m in bed and you’re just visualising things in your head, moments on the pitch.”
Ia menjelaskan bahwa proses visualisasi tersebut berlanjut hingga sesi pemanasan.
“And when I go out to warm up on the pitch, I like to visualise, maybe if I’m in certain situations I’ll do this or do that, so when it comes to it it’s second nature really, I can just do it straight away.”
Menurutnya, dengan membayangkan skenario tertentu sebelumnya, tindakan di lapangan menjadi naluriah atau second nature, sehingga ia bisa mengeksekusi peluang tanpa ragu.