Jurnalzone.id – CEO Meta, Mark Zuckerberg, meyakini kacamata pintar (smart glasses) yang terintegrasi dengan Kecerdasan Buatan (AI) akan mendominasi teknologi di masa depan. Menurutnya, orang yang tidak menggunakan perangkat tersebut nantinya akan mengalami kerugian signifikan. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah laporan pendapatan (earnings call), seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch pada Jumat (1/8/2025).
Dilansir dari TechCrunch, Zuckerberg mengatakan bahwa kacamata adalah perangkat yang ideal untuk AI. “Kacamata pada dasarnya akan menjadi faktor bentuk yang ideal untuk AI, karena Anda dapat membiarkan AI melihat apa yang Anda lihat sepanjang hari, mendengar apa yang Anda dengar (dan) berbicara dengan Anda,” ujar Zuckerberg.
Ia menambahkan, konsep ini akan jauh lebih baik jika perangkat tersebut dilengkapi layar, menggabungkan kemampuan virtual reality (VR) ke dalam bentuk kacamata.
Dengan perpaduan teknologi tersebut, Zuckerberg percaya bahwa orang yang tidak memiliki kacamata berbasis AI di masa depan akan dirugikan.
“Saya pikir di masa depan, jika Anda tidak memiliki kacamata yang disempurnakan dengan AI… Anda… akan menderita kerugian kognitif yang signifikan dibandingkan dengan orang lain,” tegasnya. Menurutnya, pengguna kacamata pintar akan selangkah lebih maju.
Meta merupakan salah satu perusahaan teknologi yang fokus pada pengembangan kacamata pintar dan telah menunjukkan keberhasilan. Penjualan kacamata Ray-Ban Meta tercatat meningkat lebih dari tiga kali lipat secara tahunan (year-on-year).
Meskipun pendapatan meningkat, divisi Reality Labs yang menaunginya mengalami kerugian operasional sebesar US4,53miliar (Rp74,8triliun) pada kuartal ini, dengan total kerugian US70 miliar (Rp1,15 kuadriliun) sejak 2020. Namun, Zuckerberg tetap optimistis dengan pengembangan AI pada kacamata dan perangkat lainnya.
Baca juga: Visi Zuckerberg tentang “Personal Superintelligence”





