JURNALZONE.ID – Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, sukses mendominasi jalannya musim balap 2025 dan mengunci gelar juara dunia kesembilannya. Meskipun sempat absen dalam lima balapan terakhir akibat cedera, The Baby Alien berhasil unggul dengan selisih 78 poin dan menyebut GP Qatar sebagai titik balik krusial dalam kampanyenya meraih takhta tertinggi tahun ini.
Marquez mengaku tidak selalu yakin gelar juara akan jatuh ke tangannya di awal musim. Namun, ia memilih MotoGP Qatar sebagai balapan paling menentukan yang membuktikan kemampuannya untuk kompetitif di berbagai karakteristik sirkuit, terutama setelah kegagalan di seri sebelumnya.
Titik Balik di Qatar
Performa Marquez sepanjang musim sangat konsisten dengan memenangkan tiga dari empat Grand Prix pertama. Namun, kemenangan di Qatar memiliki arti emosional tersendiri bagi pembalap berusia 32 tahun tersebut setelah insiden di Austin.
“Saya datang dari GP Austin dan melakukan kesalahan besar, lalu di Qatar lagi-lagi saya meraih 37 poin, Sprint dan Grand Prix, di sirkuit yang berbeda dengan gaya balap saya. Jadi, di sanalah saya mulai menyadari bahwa inilah tahunnya,” ungkap Marc Marquez kepada MotoGP.com setelah musim berakhir.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa keberhasilan menyapu bersih poin di sirkuit yang sebenarnya kurang cocok dengan gaya balapnya menjadi konfirmasi mentalitas juara. Hal tersebut membuktikan bahwa ia bisa bangkit cepat dari kesalahan fatal saat memimpin balapan di Austin.
Statistik mencatat dominasi mutlak Marquez, di mana ia menyapu bersih delapan kemenangan dari sembilan balapan antara seri Aragon hingga Misano, sebelum akhirnya memastikan gelar di Jepang saat musim masih menyisakan lima balapan.
Adaptasi dan Mentalitas Baru
Gelar tahun 2025 ini menjadi yang pertama bagi Marquez sejak insiden patah tulang lengan kanan pada Grand Prix Spanyol 2020. Kini, bersama tim baru dan kondisi fisik yang telah berubah, ia merasa telah berevolusi menjadi pembalap dengan pendekatan berbeda.
“Ini Marc yang berbeda. Saya tidak akan mengatakan Marc yang lebih baik karena Marc yang sebelumnya juga menang; Marc yang sama dengan kelebihan yang berbeda. Sekarang saya punya, kita bisa mengatakan lengan yang berbeda, kondisi fisik yang berbeda, mentalitas yang berbeda,” jelasnya.
Melalui ungkapan tersebut, ditegaskan bahwa ia tidak lagi membalap dengan cara yang sama seperti tahun 2013. Marquez menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi fisik saat ini untuk tetap mengendalikan situasi dan menjaga kecepatan di lintasan.
Pemulihan Pasca Insiden Indonesia
Sayangnya, musim gemilang ini harus berakhir di pinggir lintasan. Marquez terpaksa absen di lima seri terakhir akibat cedera bahu yang didapat setelah insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi di seri Indonesia. Namun, proses pemulihan dilaporkan berjalan lancar jelang tes pramusim di Sepang Februari mendatang.
“Saya dalam kondisi baik dan saat ini para dokter senang. Cedera ini datang bukan di saat yang tepat, karena memang sudah waktunya untuk merayakan, tetapi di saat yang tepat: semuanya sudah selesai, semuanya sudah ditutup,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan rasa syukur karena cedera terjadi setelah gelar juara sudah diamankan, sehingga ia bisa fokus penuh pada pemulihan tanpa tekanan kompetisi.