Mantan CEO Twitter Parag Agrawal luncurkan Deep Research API klaim kalahkan GPT5

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Deep Research API kalahkan GPT5

Mantan CEO Twitter, Parag Agrawal, kembali mencuri perhatian Silicon Valley setelah perusahaannya, Parallel Web Systems Inc., merilis Deep Research API. Agrawal mengklaim sistem ini mampu melampaui kemampuan manusia sekaligus mengungguli model AI terkemuka, termasuk GPT-5.

Kembali ke Dunia Teknologi

Agrawal, lulusan IIT Bombay dan bergelar PhD dari Stanford University, sempat diberhentikan pada Oktober 2022 usai Elon Musk menyelesaikan akuisisi Twitter senilai USD 44 miliar. Setelah itu, ia mendirikan Parallel Web Systems pada 2023 di Palo Alto dengan fokus pada pengembangan platform cloud berbasis AI. Startup ini telah menggalang pendanaan USD 30 juta dari investor besar seperti Khosla Ventures, Index Ventures, dan First Round Capital.

Klaim Kekuatan Deep Research API

Dalam pengumuman di media sosial, Agrawal menyatakan, “Hari ini kami meluncurkan Deep Research API. Ini adalah yang pertama mampu melampaui manusia dan semua model terkemuka termasuk GPT-5 pada dua tolok ukur tersulit.”

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan AI yang tumbuh pesat telah menggunakan Parallel untuk menghadirkan kecerdasan web langsung ke dalam platform dan agen mereka. Menurutnya, “Sebuah perusahaan publik berhasil mengotomatiskan alur kerja yang sebelumnya dikerjakan manusia dengan tingkat akurasi yang melebihi manusia berkat Parallel.”

Agrawal menggambarkan teknologi tersebut sebagai memberi AI “peramban miliknya sendiri” dengan kemampuan memeriksa ulang jawaban serta mengukur tingkat kepercayaan hasilnya.

Dukungan dari Tim Parallel

Travers Nisbet, kepala produk Parallel, menegaskan, “Hari ini kami sangat bersemangat mengumumkan sistem pencarian mutakhir kami yang pertama kali melampaui manusia dan semua model AI terkemuka (termasuk GPT-5) dalam tugas riset web mendalam. API kami kini tersedia untuk pengembang dan perusahaan yang sedang membangun sistem, aplikasi, dan agen AI paling canggih.”

Adopsi Awal

Lewat unggahan blog perusahaan, Parallel menyebut sistemnya sudah memproses jutaan tugas riset setiap hari bagi para pengguna awal. Beberapa di antaranya adalah startup AI terkemuka yang menggunakan Parallel untuk membantu agen pengkodean menemukan dokumentasi dan mendeteksi masalah teknis.

Agrawal yang sempat tersingkir dari Twitter kini kembali menempatkan dirinya di pusat inovasi teknologi global melalui Parallel.

Baca liputan lain seputar perkembangan startup dan kecerdasan buatan hanya di Jurnalzone.id dengan topik teknologi masa depan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini