JURNALZONE.ID – Pertandingan lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship 2025/26 akan menyajikan drama menarik yang mempertemukan ayah dan anak di kubu yang berseberangan. Winger muda Sriwijaya FC (SFC), King Erick Cantona, bersiap menghadapi laga sarat emosi melawan PSMS Medan yang kini diarsiteki oleh ayah kandungnya sendiri, Kas Hartadi.
Profesionalisme di Atas Segalanya
Meski mengakui adanya ikatan darah yang kuat, Cantona menegaskan komitmennya untuk bersikap profesional selama peluit pertandingan berbunyi. Ia berjanji akan menepikan hubungan keluarga selama 90 menit demi membela panji Laskar Wong Kito.
“Sama-sama profesional saja. Kalau di lapangan bukan bapak saya. Tetapi, kalau di luar lapangan tetap jadi bapak saya.”
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa Cantona mampu membatasi peran antara keluarga dan pekerjaan, di mana rivalitas hanya terjadi di dalam lapangan hijau sementara hubungan ayah-anak tetap terjaga di luar stadion.
Ingin Lepas dari Bayang-bayang Ayah
Laga ini juga menjadi pembuktian bagi Cantona untuk membangun identitasnya sendiri. Ia bertekad menunjukkan kualitasnya tanpa harus selalu dikaitkan dengan nama besar Kas Hartadi yang telah malang melintang di kawah candradimuka sepak bola nasional.
“Saya sendiri ingin punya jalan sendiri juga, tidak ingin ada bayang-bayang nama besar bapak saya agar lebih berkembang.”
Keputusan besarnya untuk bergabung dengan SFC dan tidak mengikuti jejak sang ayah ke PSMS menjadi bukti kemandiriannya. Padahal sebelumnya, kedua sosok ini sempat bekerja sama dalam satu tim saat membela PSKC Cimahi.
Misi Selamatkan Sriwijaya FC
Fokus utama Cantona saat ini adalah membawa dampak positif bagi timnya. Di sisa laga musim ini, ia memiliki ambisi besar untuk menjauhkan Sriwijaya FC dari ancaman turun kasta.
“Target saya tentu bisa membantu tim Sriwijaya FC mencapai targetnya.”
Ia berharap kontribusinya dapat membantu tim keluar dari zona degradasi dan memastikan Sriwijaya FC tetap bertahan di kompetisi Liga 2 musim depan.



