Laba Meroket, Saham MBMA Diburu

Saham MBMA

JURNALZONE.IDSaham emiten nikel PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencuri perhatian pasar setelah ditutup melonjak 25% hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di level Rp 580 pada perdagangan Jumat (26/9/2025). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh rilis laporan keuangan semester I-2025 yang diaudit, yang menunjukkan pembalikan kinerja menjadi laba.

Lonjakan harga saham MBMA diiringi dengan nilai transaksi yang sangat besar, mencapai Rp 1,02 triliun. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 1,88 miliar saham berpindah tangan dengan frekuensi 76.958 kali.

Minat beli yang tinggi juga datang dari investor asing yang mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 128,79 miliar, sementara broker Semesta Indovest juga membukukan net buy senilai Rp 116,3 miliar pada hari yang sama.

Kinerja Keuangan Jadi Pemicu

Pemicu utama euforia pasar terhadap saham MBMA adalah laporan keuangan perseroan. Sepanjang semester pertama 2025, MBMA berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 5,85 juta atau sekitar Rp 96 miliar.

Capaian ini menandakan pemulihan kinerja yang kuat, mengingat pada kuartal I-2025 perseroan masih mencatatkan rugi bersih US$ 3,45 juta (sekitar Rp 56 miliar). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada kuartal II-2025 saja, MBMA sukses mencetak laba bersih US$ 9,31 juta atau setara Rp 152 miliar.

Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Dilansir dari investor.id, Analis dari GaleriSaham dalam ulasannya, Senin (29/9/2025), menyatakan bahwa secara teknikal MBMA telah berhasil menembus level resisten kuat di 494. Mereka melihat adanya potensi kenaikan lebih lanjut selama saham ini mampu bertahan di atas level support fractal di 464.

“Support yang mulai naik menunjukan saham ini memiliki buyer yang cukup dominan,” ungkap GaleriSaham.

Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa adanya kekuatan beli yang solid menjadi fondasi bagi potensi kenaikan harga saham MBMA ke depan. GaleriSaham memproyeksikan target kenaikan minor berada di 540, dengan target utama menuju rentang harga 600-615. Mereka merekomendasikan beli di area Rp 482-500 dengan menerapkan stoploss atau batas rugi jika harga jebol ke bawah Rp 464.

“Trading plan trend following,” sebut GaleriSaham, yang menyiratkan strategi untuk mengikuti tren kenaikan yang sedang berlangsung.