JURNALZONE.ID – Tim nasional sepak bola putra Korea Selatan menghadapi laga uji coba krusial melawan kuda hitam Amerika Selatan, Bolivia, di Stadion Piala Dunia Daejeon, Jumat (14/11) malam. Dilansir dari berbagai sumber media, pelatih Hong Myung-bo menerapkan perubahan taktik signifikan dalam pertandingan yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat ini, dengan menargetkan kemenangan demi mengamankan posisi unggulan di Piala Dunia.
Perubahan Taktik Hadapi Cedera
Dalam pertandingan ini, pelatih Hong Myung-bo beralih dari formasi ‘three-back’ yang sebelumnya ia favoritkan menjadi four-back system.
Perubahan strategi ini diambil sebagai respons atas cederanya sejumlah pemain pilar di lini tengah, termasuk Hwang In-beom (Feyenoord) dan Baek Seung-ho (Birmingham City), yang dinilai menyebabkan kebocoran di sektor tersebut.
Son Heung-min Pimpin Lini Serang
Kapten tim, Son Heung-min (LAFC), ditunjuk sebagai penyerang tunggal dalam formasi baru ini. Ia akan mendapat sokongan penuh dari lini kedua yang diisi oleh Hwang Hee-chan (Wolverhampton), Lee Jae-sung (Mainz), dan Lee Kang-in (Paris Saint-Germain).
Untuk mengisi kekosongan di lini tengah, Hong Myung-bo mempercayakan posisi tersebut kepada Won Du-jae (Korfkan) dan Kim Jin-kyu (Jeonbuk).
Sementara itu, kuartet pertahanan ‘four-back’ diisi oleh Kim Min-jae (Bayern Munich) dan Kim Tae-hyun (Kashima) sebagai bek tengah, serta Kim Moon-hwan dan Lee Myung-jae (keduanya dari Daejeon) di posisi bek sayap. Posisi penjaga gawang tetap dipercayakan kepada Kim Seung-gyu (Tokyo).
Misi Mengamankan Pot 2 Piala Dunia
Laga melawan Bolivia merupakan yang pertama dari dua seri A-match terakhir Korea Selatan tahun ini, yang digelar sekitar tujuh bulan menjelang Piala Dunia FIFA Amerika Utara dan Tengah. Setelah ini, mereka akan menghadapi Ghana di Stadion Piala Dunia Seoul pada 18 November.
Hasil dari A-matches bulan November ini sangat penting karena berdampak langsung pada peringkat FIFA. Peringkat tersebut akan menjadi dasar alokasi pot (Pot allocation) untuk undian grup Piala Dunia yang akan digelar pada 5 Desember mendatang. Korea Selatan, yang saat ini berada di peringkat 22, berambisi meraih kemenangan di kedua laga untuk mengamankan ‘Pot 2’ dan menghindari tim kuat di fase grup.
Meskipun Bolivia berada 54 peringkat di bawah Korea Selatan, mereka tetap dianggap sebagai lawan berisiko. Bolivia baru-baru ini mengalahkan Brasil 1-0 di babak final kualifikasi Piala Dunia Concacaf dan melaju ke babak playoff antarbenua, membuktikan status mereka sebagai kuda hitam. Kekalahan dari Bolivia dapat mengurangi poin peringkat Korea Selatan secara drastis.