Korban Banjir Semarang Capai 63.450 Warga

Korban Banjir Semarang

JURNALZONE.IDBanjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, telah berdampak pada 63.450 warga, dengan 32 orang di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk menangani situasi darurat ini. Informasi tersebut dilansir dari pemberitaan Kompas.com pada Kamis (30/10/2025).

Agustina menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Kementerian PU terkait langkah-langkah penanganan. Salah satu fokus utamanya adalah kapasitas pompa air yang dinilai belum memadai untuk mengatasi debit air yang terus naik.

“Kami berharap pompa diperbesar kapasitasnya, karena debit air terus naik dan hujan memang sudah diintervensi cuacanya, tetapi sepertinya tidak kuat menahan dan akhirnya hujan turun,” kata Agustina dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).

Evaluasi Kinerja Pompa

Lebih lanjut, Agustina menyoroti adanya laporan warga mengenai kondisi pompa dan kolam retensi yang diduga tidak beroperasi secara maksimal. Hal ini menyebabkan proses surutnya air di beberapa titik menjadi lambat, terutama di wilayah yang terdampak paling parah.

“Pompa ini juga tidak maksimal memompa. Warga mengirimkan gambar, turunnya air hanya sekitar sentimeter di daerah Sawah Besar. Padahal wilayah Sawah Besar dan Muktiharjo Kidul ini terdampak paling parah,” ujarnya.

Rencana Pembangunan Embung Baru

Sebagai solusi jangka panjang untuk mengantisipasi peningkatan volume air di masa mendatang, Pemerintah Kota Semarang telah merencanakan program mitigasi. Pemkot akan membangun embung tambahan di lahan milik pemerintah yang dijadwalkan pada tahun 2026.

“Pemerintah Kota akan terus berupaya melakukan langkah-langkah nyata untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembuatan embung-embung baru di wilayah timur,” imbuhnya.

Agustina optimistis bahwa penanganan banjir di Kota Semarang akan berjalan lebih efektif setelah adanya koordinasi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian PU.