Kondisi Saham BBRI, BMRI, BBNI dan BBCA Hari Ini

Saham BBCA

Pergerakan saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big banks) berakhir variatif dengan kecenderungan melemah pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (15/10/2025). Tiga saham bank BUMN kompak ditutup di zona merah, sementara saham bank swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menjadi yang paling resilien dengan ditutup stagnan.

BBRI Pimpin Pelemahan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan penurunan terdalam di antara saham perbankan unggulan lainnya. Saham BBRI ditutup terkoreksi 1,41% ke level harga Rp3.500 per lembar. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif yang dialami BBRI sejak awal pekan.

BMRI dan BBNI Menyusul di Zona Merah

Menyusul BBRI, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga melemah sebesar 0,98% dan berakhir di level Rp4.050 per saham. Saham BMRI sebenarnya sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp4.140, namun tidak kuat menahan tekanan jual yang muncul menjelang penutupan sesi perdagangan.

Sementara itu, pelemahan paling tipis dialami oleh saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 0,79% ke harga Rp3.770 per saham. Meskipun koreksinya tidak signifikan, BBNI masih belum berhasil keluar dari tren pelemahan jangka pendek yang membayangi sektor ini.

BBCA Paling Bertahan

Di tengah tekanan yang melanda bank-bank BUMN, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan stabilitasnya. Saham BBCA ditutup tidak berubah atau stagnan di level Rp7.250 per saham, sama persis dengan harga penutupan hari sebelumnya.