JURNALZONE.ID – Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) telah merilis secara resmi kerangka asesmen untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 047/H/AN/2025, asesmen ini akan mengujikan dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan fokus pada kemampuan fundamental siswa.
Kisi-Kisi TKA SD Bahasa Indonesia
Fokus utama materi Bahasa Indonesia dalam TKA tingkat SD adalah mengukur keterampilan membaca. Kemampuan ini dianggap sebagai fondasi krusial dalam proses belajar di era teknologi.
Materi uji akan disajikan melalui dua jenis teks, yakni teks informasi yang berisi fakta dan teks fiksi seperti cerita rekaan.
Terdapat tiga kelompok kompetensi utama yang akan diukur pada materi Bahasa Indonesia:
- Pemahaman Tekstual: Mengukur kemampuan siswa dalam memahami informasi yang tertulis secara eksplisit atau tersurat dalam teks.
- Pemahaman Inferensial: Mengukur kemampuan siswa untuk menyimpulkan informasi yang tidak tertulis secara langsung atau tersirat.
- Evaluasi dan Apresiasi: Mengukur kemampuan siswa dalam menilai ide, memberikan tanggapan, dan mempertimbangkan penggunaan bahasa dalam teks.
| No. | Kompetensi | Subkompetensi |
| 1. | Pemahaman Tekstual | Mengidentifikasi penggunaan kosakata umum dan khusus dalam berbagai bidang. |
| Mengidentifikasi objek berdasarkan kosakata yang digunakan dalam teks fiksi atau nonfiksi. | ||
| Menyusun kembali informasi dari teks dalam bentuk ikhtisar/bagan. | ||
| Mengidentifikasi informasi tersurat dalam teks. | ||
| 2. | Pemahaman Inferensial | Menyimpulkan ide pokok, gagasan pendukung, amanat, tokoh, peristiwa, dan/atau nilai-nilai dalam teks. |
| Menyimpulkan perubahan sederhana pada objek, karakter, dan/atau latar dalam teks fiksi atau nonfiksi. | ||
| Menjelaskan makna ungkapan yang digunakan dalam teks. | ||
| 3. | Evaluasi dan Apresiasi | Menilai relevansi peristiwa dalam teks dengan kehidupan sehari-hari berdasarkan pengalaman atau pengetahuan pribadi. |
| Menilai kesesuaian antarunsur dan/atau antarinformasi dalam teks. | ||
| Menyimpulkan respons emosional terhadap unsur teks fiksi. |
Kisi-Kisi TKA SD Matematika
Untuk mata pelajaran Matematika, TKA dirancang untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep, prinsip, prosedur matematika, serta kemampuannya dalam memecahkan masalah. Materi yang diujikan merujuk pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Muatan uji Matematika mencakup tiga elemen utama:
- Bilangan: Meliputi bilangan rasional (pecahan, desimal, persen) serta operasi hitung.
- Geometri dan Pengukuran: Mencakup bangun datar, bangun ruang, serta pengukuran satuan baku seperti panjang, volume, dan waktu.
- Data: Terdiri dari penyajian dan interpretasi data dalam bentuk gambar, piktogram, diagram batang, hingga tabel frekuensi.
Kompetensi matematis siswa akan diukur pada tiga level kognitif, yaitu Pengetahuan dan Pemahaman, Aplikasi, dan Penalaran.
| No. | Elemen/ Materi | Sub-elemen/ Submateri | Kompetensi | Batasan/ Catatan |
| 1. | Bilangan | Bilangan Rasional |
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
|
|
| 2. | Geometri dan Pengukuran | Objek Geometri |
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
|
Bangun datar mencakup segitiga, segiempat, dan segi banyak Bangun ruang mencakup kubus, balok, dan gabungannya |
| Pengukuran |
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
|
|||
| 3. | Data | Penyajian dan Penggunaan Data |
Memahami, mengaplikasikan, dan bernalar yang lebih tinggi untuk menyelesaikan permasalahan terkait cakupan sub-elemen berikut:
|
Bentuk Soal yang Diujikan
Asesmen TKA akan menggunakan format soal yang bervariasi untuk mengukur kompetensi siswa secara komprehensif. Terdapat tiga bentuk soal yang akan digunakan dalam pelaksanaan tes, antara lain:
- Pilihan Ganda Sederhana: Siswa memilih satu jawaban yang paling benar.
- Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Model MCMA: Siswa dapat memilih lebih dari satu jawaban yang benar dalam satu soal.
- Pilihan Ganda Kompleks (PGK) Model Kategori: Siswa merespons beberapa pernyataan dalam satu soal, misalnya dengan memilih “benar/salah” atau “sesuai/tidak sesuai”.
Semoga kabar ini bisa menjadi manfaat bagi semuanya. Untuk informasi resmi lainnya, Anda bisa langsung kunjungi laman pusmendik di https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/tka/view/mata-pelajaran-wajib/sd





