JURNALZONE.ID – Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan lonjakan luar biasa hingga sesi sore perdagangan Jumat, 12 Desember 2025. Berdasarkan pantauan data perdagangan pada pukul 15.26 WIB, harga saham emiten mineral ini menyentuh level Rp 1.230 per saham atau menguat signifikan sebesar 24,87 persen.
Kenaikan harga ini membuat kapitalisasi pasar perseroan menebal menjadi Rp 170,91 triliun. Data perdagangan menunjukkan saham BRMS dibuka dan bergerak agresif dari level terendah Rp 1.005 hingga mencapai level tertingginya hari ini di Rp 1.230, naik 245 poin dari penutupan sebelumnya.
Tren penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif aksi korporasi strategis yang baru saja dilakukan perusahaan. Sebelumnya, manajemen BRMS dan anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM), telah menandatangani fasilitas pinjaman jangka panjang dengan sindikasi perbankan senilai total USD 625 juta.
Penandatanganan yang dilakukan pada Senin, 24 November 2025 tersebut melibatkan sindikasi bank besar, antara lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bank Permata, Bank Mega, dan BCA. Dana jumbo ini dibagi menjadi dua porsi, yakni USD 425 juta untuk CPM dan USD 200 juta untuk BRMS.
Rencana Ekspansi dan Penggunaan Dana
Pencairan fasilitas pinjaman sindikasi ini memiliki tujuan penggunaan yang spesifik untuk memacu kinerja operasional perusahaan ke depan.
Untuk fasilitas sebesar USD 425 juta yang diterima CPM, dana akan dialokasikan untuk penyelesaian konstruksi tambang emas bawah tanah yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga 2027. Selain itu, dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan pabrik emas Carbon In Leach (CIL) dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari pada kuartal keempat 2026, serta melunasi pinjaman USD 120 juta dari Bank Mega.
Sementara itu, fasilitas USD 200 juta bagi BRMS akan difokuskan pada aktivitas eksplorasi masif. Dana ini akan digunakan oleh PT Gorontalo Minerals (GM) untuk pengeboran guna meningkatkan cadangan tembaga di Gorontalo.
Selain itu, dana juga dialirkan untuk eksplorasi PT Linge Mineral Resources (LMR) di Aceh dan PT Suma Heksa Sinergi (SHS) di Lebak, Banten, guna meningkatkan sumber daya serta cadangan mineral emas dan perak di wilayah tersebut.
Secara umum, sentimen positif dari internal perusahaan ini berpadu dengan kondisi pasar saham yang kondusif, di mana sektor basic industry tercatat memimpin penguatan sektoral di IHSG hari ini.





