Kemendiktisaintek: Dana Abadi LPDP Kini Fokus Dukung 8 Industri Strategis

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Transformasi LPDP

Jurnalzone.id – Pemerintah menetapkan arah baru pengelolaan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendukung delapan industri strategis nasional. Arah kebijakan ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, dalam Rapat Dewan Penyantun LPDP yang bertujuan meningkatkan efektivitas beasiswa dan sinergi program lintas kementerian. Rapat tersebut diselenggarakan di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, pada Kamis (31/7).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator PMK, Pratikno, ini dihadiri oleh jajaran menteri kunci, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama LPDP, Sudarto, melaporkan bahwa total dana abadi yang dikelola telah mencapai Rp154,11 triliun, dengan komitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan dampak program.

Fokus pada Pemetaan SDM dan Kolaborasi Global

Menteri Brian Yuliarto dalam paparannya menekankan pentingnya transformasi LPDP agar lebih selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional. Salah satu agenda utamanya adalah melakukan pemetaan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terstruktur berdasarkan delapan bidang Asta Cita. Menurutnya, hal ini krusial untuk memastikan lulusan program LPDP dapat langsung berkontribusi pada sektor-sektor prioritas.

Selain itu, Brian mendorong penguatan peran perguruan tinggi dalam negeri sebagai bagian dari ekosistem pendidikan global. “Sudah saatnya kita tidak hanya mengirim ke luar negeri, tetapi menjadikan kampus dalam negeri sebagai bagian dari ekosistem internasional,” ujarnya. Kebijakan ini akan diwujudkan melalui skema double degree dan joint supervision dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.

Efektivitas Anggaran dan Fleksibilitas Program

Dari sisi pengelolaan anggaran, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa efektivitas penggunaan dana abadi tidak lagi hanya diukur dari jumlah penerima beasiswa (output), tetapi juga dari dampak jangka panjangnya (outcome). “Desain substansi program menjadi prioritas utama,” kata Sri Mulyani. Ia menambahkan bahwa aspek pembiayaan tambahan akan disesuaikan berdasarkan urgensi dan dampak strategis yang dihasilkan.

Meskipun fokus utama beasiswa tetap pada bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics), Mendiktisaintek Brian Yuliarto juga membuka ruang fleksibilitas. Bidang non-STEM yang memiliki orientasi atau keterkaitan dengan STEM akan tetap dipertimbangkan untuk mendapatkan dukungan.

Hingga pertengahan 2025, LPDP telah memberikan manfaat kepada 669.144 penerima beasiswa, mendanai 3.460 proyek riset, dan mendukung 928 program kebudayaan.

Afirmasi untuk Pendidikan Keagamaan

Dalam rapat tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi kontribusi LPDP pada sektor pendidikan keagamaan. Namun, ia juga menyoroti perlunya kebijakan afirmasi dan fleksibilitas bagi lembaga pendidikan agama. Menag mendorong adanya penyesuaian standar, khususnya terkait persyaratan penguasaan bahasa asing bagi calon ulama perempuan dan dukungan terhadap program moderasi beragama.

Sebagai tindak lanjut, LPDP akan segera menyusun rencana teknis bersama Kemendiktisaintek, Kementerian Agama, dan BRIN. Rencana strategis ini dijadwalkan selesai pada akhir Agustus 2025 untuk mengakselerasi transformasi SDM, riset kolaboratif, dan perluasan skema co-funding internasional.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini