Kemendidkasmen dan Badan Bahasa Dorong Literasi di Dumai

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Kemendidkasmen dan Badan Bahasa dorong literasi di Dumai

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendidkasmen) melalui Balai Bahasa Provinsi Riau, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), melakukan kunjungan ke SD Negeri 003 Sukajadi dan SD Negeri 003 Pangkalan Sesai, Dumai, Riau. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan bantuan buku bacaan bermutu yang telah disalurkan sejak 2022 serta mendorong peningkatan literasi siswa.

Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengapresiasi semangat siswa dalam memanfaatkan buku bacaan. “Saya sangat senang menyaksikan anak-anak kelas 2 membaca buku cerita dengan lancar. Ini menunjukkan bahwa gairah membaca mereka telah tumbuh berkat adanya buku-buku yang menarik,” ujarnya.

Wali Kota Dumai, Paisal, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat literasi. “Kami berkomitmen penuh untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Dumai. Literasi adalah investasi masa depan. Ke depan, kami akan merangkul pengusaha dan pihak ketiga melalui CSR untuk mendukung penyediaan buku,” jelasnya.

Inovasi Literasi di Dumai

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Dumai, Dona Fitri Ilahi, menyebut pihaknya telah meluncurkan program “Gerakan Membaca untuk Masyarakat Dumai” (Gemurai) melalui aplikasi perpustakaan digital iDumai. “Gemurai menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap buku. Program ini juga hasil kerja sama dengan Perpusnas yang memudahkan akses gratis bagi sekolah dan masyarakat,” katanya.

Di tingkat sekolah, Kepala SD Negeri 003 Pangkalan Sesai, Yusnidar, menuturkan berbagai strategi dilakukan, termasuk pembentukan tim literasi dan penerapan metode “membaca nyaring” untuk siswa. Sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan lokasi baca lain guna memperluas akses.

Upaya Berkelanjutan

Sejak 2022, Badan Bahasa telah menyalurkan 1.600 eksemplar buku ke dua sekolah tersebut. Hafidz Muksin menambahkan, upaya lain yang perlu dilakukan adalah mendorong kunjungan rutin ke perpustakaan, memanfaatkan pojok baca, serta menyediakan buku bacaan yang menarik agar siswa lebih gemar membaca dibandingkan bermain gawai.

“Dengan buku-buku bacaan yang menarik, para murid saling ingin membaca judul berikutnya. Saya berharap kehadiran pojok-pojok baca dimanfaatkan maksimal sehingga anak-anak lebih memilih membaca daripada melihat gawai,” jelasnya.

Ke depan, Badan Bahasa juga menyiapkan sayembara penulisan cerita anak serta penerjemahan buku dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Bantuan berupa pencetakan dan distribusi buku ke sekolah-sekolah akan kembali dilakukan pada 2026.

Baca berita terbaru seputar literasi dan pendidikan nasional hanya di Jurnalzone.id dengan topik penguatan budaya baca.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini