Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi Penentu Harga Emas Naik atau Turun

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

The FED dan harga Emas

JURNALZONE.ID – Arah kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), terutama terkait suku bunga acuan, menjadi faktor krusial yang secara signifikan memengaruhi pergerakan harga emas di pasar global. Berdasarkan analisis pasar, terdapat korelasi negatif atau hubungan terbalik yang kuat antara dua instrumen tersebut, di mana keputusan The Fed menjadi kompas utama bagi para investor logam mulia.

Dilansir dari berbagai sumber, potensi penurunan suku bunga The Fed atau eskalasi geopolitik seperti konflik baru, diprediksi dapat mendorong harga emas meningkat secara signifikan.

Hal ini pernah terjadi pada Krisis 2008, yakni adanya penurunan bunga drastis, sehingga emas melonjak dari sekitar USD800 ke USD1.900 pada 2011. Pada saat pandemi sekitar 2020 pun keputusan The Fed kembali memangkas bunga membuat emas tembus rekor di atas US$2.000.

Dari pernyataan historis tersebut, ditegaskan bahwa kebijakan moneter longgar oleh The Fed secara konsisten menjadi katalis positif bagi harga emas.

Mekanisme pengaruh ini bekerja dua arah. Ketika The Fed menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, imbal hasil pada aset berbasis dolar seperti deposito atau obligasi menjadi lebih menarik. Akibatnya, investor cenderung beralih dari emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga permintaan dan harganya pun terkoreksi.

Sebaliknya, saat The Fed memangkas suku bunga untuk menstimulasi ekonomi yang melambat, dolar AS cenderung melemah dan imbal hasil aset lain menurun. Dalam kondisi ketidakpastian ini, emas menjadi primadona sebagai aset lindung nilai (safe haven), memicu lonjakan permintaan dan kenaikan harga di pasar global.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini