TEKNOLOGI, Jurnalzone.id – YouTube baru-baru ini mengumumkan dua pembaruan kebijakan besar yang menyasar kreator dan penonton. Platform berbagi video ini melonggarkan aturan monetisasi terkait penggunaan kata-kata kotor (profanity) dalam video, sambil secara bersamaan meluncurkan sistem perlindungan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk mengidentifikasi dan melindungi penonton remaja.
Aturan Monetisasi Kata-Kata Kotor Lebih Longgar
Setelah menerima banyak masukan dari para kreator, YouTube merevisi kebijakannya yang sebelumnya dianggap terlalu ketat. Pada akhir 2022, penggunaan kata-kata kotor dalam beberapa detik pertama video dapat menyebabkan demonetisasi. Kini, kebijakan tersebut diubah secara signifikan.
Dalam sebuah video penjelasan, Head of Monetization Policy Experience YouTube, Conor Kavanagh, menyatakan bahwa perusahaan tidak lagi memberlakukan batasan waktu untuk penggunaan kata-kata kotor dalam video agar tetap bisa dimonetisasi.
“Perubahan ini sejalan dengan pedoman standar penyiaran yang baru, peningkatan kemampuan pengiklan menargetkan audiens, dan tentu saja, masukan dari kreator selama bertahun-tahun,” jelas Kavanagh.
Meskipun demikian, beberapa batasan tetap berlaku. Kavanagh menegaskan bahwa penggunaan kata-kata kotor pada judul atau thumbnail video akan tetap mengakibatkan demonetisasi.
Selain itu, penggunaan kata-kata umpatan yang sangat sering dalam sebuah video juga masih dianggap sebagai pelanggaran pedoman konten yang ramah pengiklan.
AI untuk Identifikasi dan Perlindungan Penonton Remaja
Secara bersamaan, YouTube memperkenalkan sistem perlindungan baru untuk pengguna remaja. Dilansir dari pengumuman resminya, platform ini akan menggunakan teknologi machine learning untuk memperkirakan usia penonton berdasarkan aktivitas mereka, bukan dari usia yang mereka daftarkan saat membuat akun. Sistem ini akan menganalisis riwayat pencarian, kategori video yang ditonton, dan usia akun.
Jika sistem AI mengidentifikasi sebuah akun sebagai milik seorang remaja, beberapa fitur perlindungan akan diaktifkan secara otomatis. Fitur tersebut mencakup penonaktifan iklan yang dipersonalisasi, pengaktifan fitur kesehatan digital (digital wellbeing), dan penerapan sistem rekomendasi video yang lebih aman.
YouTube menyatakan bahwa pengguna dewasa yang akunnya keliru diidentifikasi sebagai remaja dapat mengajukan banding.
Mereka dapat menghapus batasan tersebut dengan melakukan verifikasi usia menggunakan kartu identitas resmi atau kartu kredit. Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap untuk sekelompok kecil pengguna di Amerika Serikat dalam beberapa minggu ke depan.