Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja positif sepanjang periode 5—9 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar yang melonjak 1,79 persen menjadi Rp16.301 triliun. Penguatan ini didukung oleh lonjakan signifikan pada rata-rata volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian saham, serta pencatatan empat emisi baru obligasi dan sukuk.
Kinerja Pasar Obligasi dan Sukuk
Selama pekan pertama Januari 2026, BEI berhasil mencatat tiga obligasi dan satu sukuk baru. Pada Rabu, 7 Januari 2026, dua instrumen yang diterbitkan oleh PT Eagle High Plantations Tbk resmi tercatat: Obligasi Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2025 senilai Rp210 miliar dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap II Tahun 2025 senilai Rp290 miliar.
Kedua instrumen tersebut memperoleh peringkat idA- (Single A Minus) untuk obligasi dan idA- sy (Single A Minus Syariah) untuk sukuk dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Pada hari yang sama, Obligasi Berkelanjutan V Summarecon Agung Tahap I Tahun 2025 dari PT Summarecon Agung Tbk juga tercatat dengan nilai nominal Rp351.960.000.000. Obligasi ini mendapatkan peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.
Selain itu, Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk turut tercatat di BEI dengan total nilai nominal Rp500 miliar. Obligasi ini juga memperoleh peringkat idA+ (Single A Plus) dari PEFINDO dan menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai wali amanat.
Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2026 mencapai 4 emisi dari 3 emiten dengan nilai sebesar Rp216,97 triliun. Secara kumulatif, BEI kini mencatat 662 emisi obligasi dan sukuk dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp539,79 triliun dan USD134,010595 juta, yang diterbitkan oleh 136 emiten.
Di samping itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 190 seri dengan nilai nominal Rp6.484,29 triliun dan USD352,10 juta. Untuk Efek Beragun Aset (EBA), tercatat sebanyak 6 emisi dengan nilai Rp3,99 triliun.
Performa Pasar Saham Menguat
Kinerja pasar saham BEI juga menunjukkan tren positif. Rata-rata volume transaksi harian melonjak 48,08 persen menjadi 61,78 miliar lembar saham, dari 41,72 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Rata-rata nilai transaksi harian BEI meningkat 44,68 persen menjadi Rp31,45 triliun, dibandingkan Rp21,74 triliun pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 42,74 persen menjadi 3,98 juta kali transaksi, dari 2,79 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut menguat sebesar 2,16 persen dan ditutup pada level 8.936,754, naik dari posisi 8.748,132 pada pekan sebelumnya. Pada Rabu, 7 Januari 2026, IHSG mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.944,813. Selanjutnya, pada Kamis, 8 Januari 2026, IHSG juga berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday, dengan puncak tertinggi mencapai 9.002,92.





