Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, angkat bicara mengenai ledakan investasi kecerdasan buatan (AI) yang tengah mendominasi pasar. Powell menyatakan fenomena ini memiliki perbedaan fundamental dibandingkan dengan gelembung dotcom pada akhir era 1990-an. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers usai pertemuan kebijakan The Fed, Rabu (29/10/2025).
Pandangan Powell ini berseberangan dengan miliarder pendiri Microsoft, Bill Gates, yang justru melihat adanya kemiripan antara euforia AI saat ini dengan era dotcom.
Fundamental AI Dianggap Nyata
Powell menegaskan bahwa perbedaan utama terletak pada profitabilitas dan dasar fundamental perusahaan. Menurutnya, tidak seperti era dotcom di mana banyak perusahaan mencapai valuasi besar namun akhirnya bangkrut karena kerugian, perusahaan AI yang bernilai tinggi saat ini ditopang oleh pendapatan yang riil.
“Perbedaannya adalah, perusahaan-perusahaan yang kini memiliki valuasi tinggi memang mencatatkan laba dan memiliki fundamental yang nyata,” kata Powell.
Dilansir dari cnbc.com, Powell menambahkan bahwa investasi besar-besaran di sektor AI, khususnya pada infrastruktur seperti pusat data (data center) dan chip, kini telah menjadi salah satu sumber utama pendorong pertumbuhan ekonomi.
Paradoks Valuasi Raksasa vs Startup
Meskipun Powell tidak merinci nama perusahaan, Nvidia kini telah muncul sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar melampaui US$5 triliun. Lonjakan ini didorong oleh permintaan masif terhadap chip grafis (GPU) mereka yang krusial untuk pengembangan model AI.
Namun, di sisi lain, sejumlah startup AI yang memiliki valuasi tinggi dilaporkan masih terus ‘membakar dana’ untuk pengembangan. OpenAI, misalnya, baru-baru ini mengamankan kesepakatan senilai US$1 triliun, padahal pendapatannya diperkirakan hanya sekitar US$13 miliar per tahun. Serupa dengan Anthropic, yang pekan lalu mengumumkan kemitraan cloud senilai US$50 miliar dengan Google, dengan proyeksi pendapatan US$7 miliar.
Bill Gates Sebut Seperti Gelembung Dotcom
Pandangan berbeda disampaikan Bill Gates dalam wawancara di acara “Squawk Box” CNBC, Selasa (28/10). Gates menilai situasi saat ini lebih menyerupai gelembung dotcom ketimbang spekulasi murni seperti “tulip mania” di Belanda pada 1630-an.
“Kita tidak berada di tahap seperti itu,” ujar Gates, menepis perbandingan dengan tulip mania.
Namun, filantropis tersebut meyakini bahwa banyak investasi di sektor AI saat ini dinilai terlalu tinggi (overvalued) dan pada akhirnya akan gagal, mirip dengan kejatuhan pasar perusahaan internet di awal tahun 2000-an.
“Benar, banyak investasi saat ini yang nantinya akan berakhir buntu,” tambahnya.





