Para investor asing menyuntikkan dana segar melalui aksi beli bersih atau net buy senilai Rp1,06 triliun pada perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlangsung pada Jumat (2/1/2026).
Langkah agresif pemodal global ini dipicu oleh keyakinan kuat terhadap fundamental makroekonomi Indonesia serta mengikuti tren penguatan bursa di kawasan Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun sukses melesat 1,17 persen ke level 8.748,13 di penghujung hari.
Berdasarkan data statistik otoritas bursa, total nilai transaksi harian menyentuh angka Rp22,13 triliun dengan volume mencapai 48,82 miliar saham. Sebanyak 508 saham terpantau menguat, sementara 206 saham terkoreksi, dan 244 lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Daftar Saham yang Paling Banyak Diborong
Sejumlah emiten menjadi primadona bagi investor mancanegara, di mana PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin dengan volume pembelian mencapai 2,21 miliar lembar saham. Di posisi berikutnya, saham PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pembelian sebanyak 739,73 juta lembar.
Beberapa saham lain yang turut masuk dalam radar incaran adalah PT Humpus Maritim Internasional Tbk (HUMI) sebesar 330,48 juta lembar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebanyak 280,9 juta lembar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan 216,6 juta lembar.
Minat tinggi ini berdampak langsung pada lonjakan harga saham tersebut, seperti BUMI yang terbang 14,75 persen dan DEWA yang terkerek 11,94 persen. Sektor energi dan teknologi tampaknya masih memegang daya tarik utama bagi aliran modal masuk di awal tahun ini.
Tinjauan Ekonomi dan Sentimen Makro
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, memberikan pandangan bahwa reli IHSG kali ini merupakan dampak dari aksi beli kembali setelah periode ambil untung pada akhir tahun lalu. Ia juga menyoroti daya tahan ekonomi domestik yang tetap terjaga dengan baik.“
PMI manufaktur Indonesia memang turun ke 51,2 pada Desember 2025, tetapi masih berada di zona ekspansi. Permintaan domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan,” ungkap Andry memberikan analisisnya mengenai kondisi terkini.Selain di pasar saham, kepercayaan investor juga tercermin di pasar obligasi dengan arus masuk bersih sekitar Rp1,1 triliun.
Hal ini menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun melandai ke angka 6,05 persen, yang memperkuat sinyal stabilitas ekonomi nasional di tahun 2026.