JURNALZONE.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik dengan kekuatan Magnitudo 4.0 yang mengguncang wilayah Bayah, Banten.
Peristiwa gempa bumi ini tercatat terjadi pada hari Minggu, 23 November 2025, tepat pukul 11:09:55 WIB. Berdasarkan data awal yang dirilis melalui akun media sosial resmi BMKG, getaran gempa ini berpusat di laut namun memiliki kedalaman yang tergolong dangkal. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut.
Titik Koordinat dan Pusat Gempa
Berdasarkan hasil analisis seismologis sementara, pusat gempa terletak pada koordinat 7.57 Lintang Selatan (LS) dan 106.14 Bujur Timur (BT).
Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 72 kilometer arah Barat Daya dari wilayah Bayah, Banten.
Data menunjukkan bahwa gempa ini memiliki kedalaman 8 kilometer. Kedalaman yang dangkal seperti ini seringkali dirasakan lebih kuat oleh masyarakat di sekitar episentrum dibandingkan dengan gempa dalam, meskipun magnitudonya tergolong kecil hingga menengah.
Status Data dan Disclaimer BMKG
Terkait informasi cepat yang disebarkan sesaat setelah kejadian, pihak BMKG memberikan catatan penting mengenai validitas data awal tersebut.
“Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa parameter gempa seperti magnitudo, kedalaman, maupun posisi tepat episenter masih dapat mengalami pemutakhiran. Hal ini wajar terjadi dalam sistem peringatan dini, di mana kecepatan informasi menjadi prioritas utama untuk kewaspadaan masyarakat sebelum data seismik lengkap terkumpul seluruhnya.
Imbauan Kepada Masyarakat
Meskipun gempa ini berkekuatan M 4.0, masyarakat di sekitar wilayah Banten dan pesisir selatan Jawa Barat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat diharapkan untuk selalu memantau informasi resmi hanya dari kanal distribusi informasi BMKG, baik melalui media sosial, aplikasi, maupun situs web resmi. Pastikan juga untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal apabila merasakan getaran yang cukup signifikan.





