Indonesia Buka Pintu Produksi Mobil Listrik Xiaomi SU7

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Mobil Listrik Xiaomi SU7

JURNALZONE.ID – Pemerintah Indonesia secara aktif menjajaki peluang kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi Communications Co., Ltd., untuk memproduksi tablet dan mobil listrik (EV) di dalam negeri. Pembahasan ini menjadi agenda utama dalam pertemuan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dengan manajemen Xiaomi di Shanghai, Tiongkok, pada Jumat (10/10/2025).

Pertemuan yang didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemenperin tersebut bertujuan untuk memperluas investasi Xiaomi di sektor elektronika dan menjajaki kolaborasi pengembangan kendaraan listrik, termasuk model fenomenal Xiaomi SU7. Pemerintah mengapresiasi investasi yang telah ditanamkan Xiaomi dan mendorong adanya pengembangan investasi baru untuk memperkuat struktur industri nasional.

Peluang Pengembangan Mobil Listrik dan Tablet

Pemerintah secara khusus membahas potensi kolaborasi untuk pengembangan kendaraan listrik. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok industri EV global. Selain itu, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang produksi tablet Xiaomi di Indonesia, melanjutkan kesuksesan produksi ponsel pintar dan televisi yang sudah berjalan.

Dilansir dari unggahan resmi Kementerian Perindustrian, langkah kolaborasi ini diyakini membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa kerja sama ini akan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Langkah ini diyakini akan membuka lapangan kerja, mempercepat transfer teknologi, dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.”

Komitmen Investasi Xiaomi di Indonesia

Hingga tahun 2025, Xiaomi telah menunjukkan komitmen investasinya di Indonesia dengan menanamkan modal sekitar Rp3 triliun. Investasi tersebut direalisasikan untuk produksi smartphone, tablet, dan televisi melalui kemitraan strategis dengan perusahaan manufaktur lokal, yaitu PT Satnusa Persada Tbk dan PT Arisa Mandiri Pratama.

Keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem manufaktur yang kuat ditegaskan kembali oleh Menperin. Menurutnya, kolaborasi global menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut dan memposisikan Indonesia sebagai pusat inovasi di tingkat regional.

“Kemenperin terus membangun kolaborasi global untuk mewujudkan ekosistem manufaktur dan EV yang kuat. Indonesia menuju pusat teknologi dan manufaktur di kawasan.”

Terkait: CEO Lei Jun Akui Beli 3 Mobil Tesla untuk Dibongkar Demi Xiaomi SU7

Secara keseluruhan, pertemuan antara Kementerian Perindustrian dan Xiaomi menandai langkah progresif pemerintah dalam menarik investasi teknologi tinggi. Diskusi mengenai produksi tablet dan mobil listrik Xiaomi SU7 menunjukkan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi strategis yang mampu bersaing di kancah global, didukung oleh transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini