Imbas KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota, KA Lain Dibatalkan

krl anjlok di jakarta kota

Jurnalzone.id – Perjalanan Kereta Api (KA) 137 Parahyangan dengan relasi Bandung-Gambir yang seharusnya berangkat dari Stasiun Bandung pada Selasa (5/8/2025) pukul 13.05 WIB dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan akibat anjloknya rangkaian Commuter Line No.1189 relasi Bogor-Jakarta Kota di emplasemen Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari yang sama. Menurut Manajer Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, gangguan tersebut memengaruhi kelancaran operasional sejumlah perjalanan kereta api menuju dan dari wilayah Daop 1 Jakarta.

Pembatalan untuk Keamanan Penumpang

Kuswardojo menjelaskan bahwa langkah pembatalan tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api lainnya serta sebagai bentuk penyesuaian pola operasi sementara. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang.

“Langkah pembatalan diambil untuk menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta lainnya serta sebagai bentuk penyesuaian pola operasi sementara waktu. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujar Kuswardojo.

Bagi penumpang yang terkena dampak pembatalan, KAI Daop 2 Bandung menawarkan dua opsi: pengalihan ke kereta lainnya dengan arahan petugas, atau pembatalan tiket dengan pengembalian bea 100 persen. Penumpang dapat mengajukan pembatalan tiket melalui loket stasiun keberangkatan. Kuswardojo menambahkan bahwa KAI Daop 2 Bandung terus berkoordinasi dengan Daop 1 Jakarta untuk memulihkan operasional secepatnya.

KAI Commuter Minta Maaf dan Lakukan Evakuasi Cepat

Sebelumnya, KAI Commuter melalui VP Corporate Secretary Joni Martinus juga telah menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Joni memastikan bahwa seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman oleh petugas di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengguna yang terdampak. Keselamatan dan kenyamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama kami,” kata Joni.

Sebagai langkah lanjutan, Joni menyatakan petugas telah bergerak cepat untuk mengevakuasi rangkaian yang anjlok dan melakukan pemeriksaan sarana serta prasarana. Investigasi juga akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Imbasnya, sejumlah perjalanan KRL dari arah Bogor menuju Jakarta mengalami rekayasa pola operasi, terutama pada lintas Bogor-Manggarai.